Share

Gara-Gara Rudal Korut, Jepang Hadapi Situasi Lebih Bahaya dari Perang Dunia II

Putri Ainur Islam, Okezone · Kamis 04 Januari 2018 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 04 18 1840142 gara-gara-rudal-korut-jepang-hadapi-situasi-lebih-bahaya-dari-perang-dunia-ii-wAlCeJOnpm.jpg PM Jepang Shinzo Abe. (Foto: Reuters)

TOKYO - Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengatakan bahwa Jepang kini menghadapi situasi yang paling berbahaya sejak Perang Dunia (PD) II. Hal tersebut dikarenakan sikap Korea Utara yang tidak dapat diterima terkait senjata nuklir. Abe pun berjanji akan memperkuat pertahanan untuk melindungi rakyat Jepang.

Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat sejak Korea Utara melakukan uji coba nuklir keenam dan terbesar pada September 2017. Tak berhenti di situ, Pyongyang juga melakukan uji coba senjata nuklir pada November 2017. Korea Utara mengatakan bahwa mereka telah berhasil menguji rudal balistik antarbenua baru yang dapat menjangkau seluruh daratan Amerika Serikat.

BACA JUGA: Rudal Korut Kembali Lintasi Jepang, PM Abe: Kami Takkan Toleransi Tindakan Memalukan Ini

"Bukanlah berlebihan untuk mengatakan bahwa lingkungan keamanan di sekitar Jepang paling parah sejak Perang Dunia II. Saya akan melindungi kehidupan masyarakat dan kehidupan damai dalam situasi apa pun," kata Abe pada konferensi pers Tahun Baru, dilansir dari Reuters, Kamis (4/1/2018).

Abe mengatakan Jepang akan mengambil langkah baru untuk memperkuat struktur pertahanannya namun dia tidak membahas secara spesifik.

Pemerintah Jepang menyetujui sebuah rekor anggaran militer pada Desember 2017. Pengeluaran pertahanan dalam anggaran tersebut meningkat 1,3 persen dari tahun sebelumnya, menjadi sekira 5 triliun yen atau sekira Rp595 triliun. Pos pengeluaran terbesar dalam anggaran itu adalah mencapai 137 miliar yen atau sekira Rp16 triliun ditujukan untuk memperkuat pertahanan Jepang terhadap rudal balistik Korea Utara.

BACA JUGA: Paranoid! Curiga Diserang Korut pada 10 Oktober, Menhan Jepang: Kita Harus Siap Siaga

Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Nikki Haley, mengatakan bahwa Amerika Serikat mendengar laporan bahwa Korea Utara mungkin bersiap untuk menembakkan rudal lain. Haley pun memperingatkan Korea Utara agar tidak melakukannya.

"Sangat tidak dapat diterima bahwa Korea Utara menginjak-injak keinginan kuat Jepang dan seluruh masyarakat internasional untuk mendapatkan resolusi damai dan melanjutkan perilaku provokatifnya," kata Abe.

BACA JUGA: Paranoid dengan Bom Nuklir Korut, Pemerintah dan Warga Jepang Ramai-Ramai Bangun Bungker

Sekadar diketahui, pada Jumat 15 September 2017 Korea Utara menguji coba rudal balistik Hwasong-12. Rudal teresebut terbang melintasi wilayah udara Jepang sebelum jatuh di Samudera Pasifik.

Meski tidak menimbulkan dampak di wilayah Jepang, otoritas setempat tetap mengimbau warganya untuk mencari tempat perlindungan. Mereka melarang masyarakat untuk menyentuh puing-puing yang ada di sekitar.

Saking paranoidnya akan nuklir Korea Utara, beberapa masyarakat Jepang ada yang membuat perlindungan melalui pihak swasta untuk membangun tempat perlindungan bawah tanah.

(pai)

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini