nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bandar Narkoba Kendalikan Bisnis Sabu dari Balik Jeruji Lapas

CDB Yudistira, Jurnalis · Kamis 04 Januari 2018 03:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 04 525 1839729 bandar-narkoba-kendalikan-bisnis-sabu-dari-balik-jeruji-lapas-yEYS2Bq56l.jpg foto: Illustrasi Okezone

BANDUNG - Pengendalian narkoba di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), sudah menjadi, rahasia umum. Para bandar, serasa lebih leluasa mengedarkan narkoba di dalam lapas.

Namun begitu, polisi terus melakukan upaya pencegahan dan penangkapan terus-menerus terhadap para jaringan pengedar narkoba di dalam lapas.

Seperti halnya yang baru-baru ini, dilakukan Satres Narkoba Polrestabes Bandung yang mengamankan kaki tangan seorang bandar yang telah menjalani masa hukuman di dalam Rumah Tahanan (Rutan).

Ialah AR (24), di bekuk polisi, saat akan mengedarkan narkoba jenis sabu. Dirinya tidak dapat mengelak saat petugas menggeledah dirinya dan mendapatkan sabu-sabu.

"Ada sebanyak 200 gram sabu yang di dapat dari tangan pelaku," ungka Kapolrestabes Bandung, Kombes Hendro Pandowo, saat gelar ungkap kasus di Mapolrestabes Bandung, Rabu (3/1/2018).

Penangkapan terhadap AR ini, lanjut Hendro, merupakan hasil undercover anggotanya yang berpura-pura menjadi calon pembeli terhadap AR.

"Bisnis haram ini dikendalikan dari dalam rutan. Tersangka bandar besar yang di rutan ini sudah diamankan oleh Ditres Narkoba Polda Jabar," ungkap dia.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polrestabes Bandung, AKBP Haryo Tejo Wicaksono mengatakan, AR ini sudah mengedarkan sabu-sabu selama satu tahun terakhir.

"Sudah satu tahun melakukan peredaran narkoba, modusnya ini melakukan jual beli atau transaksi dengan sistem tempel," paparnya.

Dari pengakuan tersangka, biasa melakukan transaksi kepada kalangan umum.

"Ya kalangan umum, siapa saja. Pelajar, mahasiswa, pegawai swasta dan sebagainya," ujar dia.

Atas perbuatan tersangka AR ini, dijerat dengan Pasal 112 Ayat 2 dan 114 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika "Tersangka terancam hukuman paling lama dua puluh tahun penjara," tandas Haryo. Saat ini satu orang yang masih diburu, yakni DS sebagai pemasok barang narkoba ke AR.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini