nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Jawaban Ridwan Kamil jika Dijodohkan dengan Anton Charliyan

Oris Riswan, Jurnalis · Jum'at 05 Januari 2018 14:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 05 525 1840569 ini-jawaban-ridwan-kamil-jika-dijodohkan-dengan-anton-charliyan-8ZdiYYhTIl.jpg Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Foto Okezone

BANDUNG - Ridwan Kamil menjalin komunikasi dengan PDIP untuk membuka kans mengusungnya di Pilgub Jawa Barat 2018. Satu nama pun mencuat untuk dipasangkan dengan pria yang akrab Emil itu. Isu yang berkembang, PDIP akan memasangkan Emil dengan Anton Charliyan.

Anton sendiri merupakan salah satu kandidat dari PDIP. Ia berlatar belakang sebagai polisi. Salah satu posisi bergengsi yang sempat dijabatnya adalah Kapolda Jawa Barat.

Menanggapi hal itu, Emil mengaku tidak bisa bicara banyak. Sebab, sejauh ini PDIP juga belum memastikan apakah akan ikut mengusungnya atau tidak bersama NasDem, PKB, PPP, dan Hanura.

Ia mengatakan tidak bisa berspekulasi terlalu jauh membicarakan siapa kandidat cawagub pendampingnya dari PDIP, termasuk membicarakan sosok Anton.

"Saya tidak dalam kapasitas memberikan keterangan karena saya juga tidak tahu, karena berkoalisi saja belum ada keterangan resmi," ujar Emil di Pendopo Kota Bandung, Jumat (5/1/2018).

Baca: Menakar Kekuatan 3 Paslon Pilgub Jabar

Jika PDIP berkoalisi dengan partai pengusungnya, diakuinya besar kemungkinan PDIP akan mengusulkan kandidat cawagub untuk mendampinginya. Tapi, itu menjadi ranah partai koalisi untuk mengambil keputusan. Sebab, partai koalisi juga memiliki kandidat cawagub.

Soal kans dipasangkan dengan Anton, ia menyebut hal itu tidak seharusnya tidak ditanyakan kepadanya. Apalagi, PDIP juga memiliki beberapa kandidat lain.

"Jadi saya enggak bisa menjawab karena berkoalisi saja belum, membicarakan wakil juga belum ada keterangan arahnya ke siapa. Jadi pertanyaan itu jangan ke saya, tapi pertanyaan itu ke PDIP," jelas Emil.

Simak: Ketua Bapilu PDIP: Hasil Pertemuan dengan Ridwan Kamil Akan Dibawa ke Pleno

Sementara soal kedatangannya ke Kantor DPP PDIP untuk membuka kans koalisi, ia menyatakan hal itu sudah diketahui oleh parpol pengusungnya. Urusan koalisi dan penentuan cawagub pun kini menjadi ranah para ketua umum, bukan dirinya.

Disinggung jika partai pengusungnya kabur jika PDIP memaksakan memasangkan Emil dengan Anton, ia juga tidak memberi jawaban. Ia hanya menegaskan itu jadi ranah para ketua umum.

"Kan saya bilang sekarang sedang proses dibahas di level partai-partai koalisi dan posisinya bukan bagaimana saya lagi. Jadi, sekarang itu urusan pilgub itu Ridwan Kamil ini posisi pasif, berjodoh dengan siapa, silakan para ketua umum partai koalisi menyepakati dan mufakat," ungkapnya.

"Jadi, mau dijodohkan dengan siapa, masih blank. Tapi saya siap menerima dengan siapapun saya dijodohkan," tutur Emil.

Ia sendiri siap untuk 'mencintai' pasangan yang dijodohkan dengannya. Apalagi, ia punya pengalaman dijodohkan dengan orang yang sebelumnya tidak diketahuinya. Sosok itu adalah Oded M Danial yang kini menjadi Wakil Wali Kota Bandung.

"Kalau urusan politik mah belajar mencintai orang baru. Dulu dengan Mang Oded juga begitu, baru kenalan di menjelang-menjelang (pendaftaran pilwalkot) ya karena saya dulu ditolak semua partai sejarahnya," paparnya.

"Tapi, takdirnya membawa saya ke Mang Oded, baru berkenalan, dengan berjodoh, saling memahami, kan alhamdulillah kita mah aman damai selalu sampai hari ini, enggak pernah ada cerita macam-macam ya, alhamdulillah," tandas Emil.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini