Image

KPK Surati Tito Karnavian untuk Periksa Ajudan Setnov Asal Polri

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Sabtu 13 Januari 2018, 14:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 13 337 1844488 kpk-surati-tito-karnavian-untuk-periksa-ajudan-setnov-asal-polri-XQtoIDubcR.jpg Ilustrasi KPK (foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi‎ Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyurati Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk memeriksa anak buahnya, AKP Rheza Pahlevi. Rencananya, Rheza akan diperiksa sebagai saksi pada Senin, 13 Januari 2018, lusa besok.

Rheza akan digali keterangannya terkait kasus dugaan merintangi atau menghalangi proses penyidikan perkara korupsi e-KTP yang menyeret Setya Novanto (Setnov). Pada kasus ini, Rheza akan diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka yakni, Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo.

(Baca Juga: Pengacara Fredrich Yunadi Resmi Ditahan KPK)

Rheza sendiri adalah ajudan Setya Novanto yang semobil saat terjadinya kecelakaan beberapa waktu lalu. Rencana pemeriksaan tersebut ‎merupakan penjadwalan ulang lantaran pada pemeriksaan sebelumnya, Rheza mangkir alias tidak hadir.

KPK Geledah Kantor Fredrich Yunadi KPK Geledah Kantor Fredrich Yunadi (foto: Antara)

‎"Penyidik telah menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap saksi Reza Pahlevi yang tidak hadir dalam agenda pemeriksaan pada Rabu,10 Januari 2018," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Sabtu (13/1/2018).

Febri mengatakan, guna memudahkan proses pemeriksaan terhadap ajudan Setnov Asal Korps Bhayangkara itu, KPK telah menyurati permohonan bantuan untuk menghadirkan Rheza kepada Kapolri dan Kadivpropam Mabes Polri.

"Surat panggilan telah dibuat dan disampaikan kepada yang bersangkuta, selain itu, KPK juga Surati Kapolri, Kadivpropam Polri untuk minta bantuan menghadirkan saksi ke KPK di hari Senin, 15 Januari 2018," pungkasnya.

Belakangan, KPK resmi mencegah lima orang untuk berpergian‎ ke luar negeri, salah satu yang dicegah yakni Rheza Pahlevi. Rheza dicegah berpergian ke luar negeri terkait kasus dugaan merintangi atau menghalangi proses penyidikan e-KTP, yang menjerat Setnov.

Selain Rheza, terdapat empat orang lainnya yang dicegah berpergian ke luar negeri. Keempat pihak lainnya tersebut yakni, ‎Bimanesh Sutarjo; Fredrich Yunadi, Hilman Mattauch, dan Achmad Rudyansyah. Kelimanya dicegah ‎berpergian ke luar negeri untuk enam bulan kedepan.

(Baca Juga: KPK Tegaskan Advokat adalah Mitra meski Tangkap Fredrich Yunadi)

 Fredrich Yunadi sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta, Bimanesh Sutarjo. Keduanya ditetapkan tersangka terkait dugaan menghalangi proses penyidikan perkara korupsi e-KTP, dengan tersangka Setnov.

Diduga, ada skenario jahat yang dilakukan oleh Fredrich Yunadi dan Dokter Bimanesh untuk mengamankan Setnov pada saat mantan Ketua DPR RI tersebut menjadi buronan KPK atas kasus dugaan korupsi e-KTP yang menyeretnya.

Atas perbuatannya, Fredrich dan Bimaesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini