Dikatakan, meski sebagian besar tangkapan nelayan daerah itu menurun, tetapi ada juga beberapa nelayan di antaranya mendapatkan tangkapan bagus, seperti yang terjadi tiga hari lalu.
Menurut mereka, buruknya hasil tangkapan nelayan tradisonal itu juga tidak terlepas oleh masih adanya penggunaan pukat harimau yang beroperasi di perairan Seunuddon.
Tidak hanya biota laut dan bibit ikan mati terbunuh setiap harinya, pukat harimau juga telah meresahkan nelayan kecil secara nyata, seperti putusnya jaring ikan nelayan saat diarunginya.
"Kemarin tiga lembar jaring ikan saya rusak, diarungi pukat harimau. Saya melihatnya sehingga mereka mengganti rugi Rp400 ribu, meski tidak setimpal tetapi setidaknya ada tanggung jawab," kata Ismail, nelayan lainnya.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.