Daerah Rawan Bencana Banjir di NTT Selama Musim Hujan

Adi Rianghepat, Okezone · Senin 15 Januari 2018 20:38 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 15 340 1845395 daerah-rawan-bencana-banjir-di-ntt-selama-musim-hujan-rqRQpLtQLS.jpg Ilustrasi Banjir (foto: Okezone)

KUPANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur sudah mengidenfikasi sejumlah daerah di provinsi berbasis kepulauan itu yang rawan terdampak bencana banjir di tengah musim hujan yang saat ini sedang terjadi di daerah itu.

"Sejumlah kabupaten yang diindetifikasi rawan bencana banjir adalah Kabupaten Malaka, Belu, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Rote Ndao dan Kabupaten Kupang," kata Kepala BPBD NTT Tini Thadeus di Kupang, Senin (15/1/2018).

(Baca Juga: Banjir Sapu 10 Desa di Nusa Tenggara Timur)

Selain bencana banjir dari sejumlah derah itu ada juga yang memiliki karajter terkena bencana lobsor yaitu di Kabuparen TTS dan Kabupaten Kupang. Mengantisipasi kondisi itu, BPBD NTT telah menyiagakan seluruh personel dan peralatan di derah-daerah termasuk daerah yabg dinilai masih aman dan tidak terdampam bencana.

Kesiagaan personel dan peralatan itu dilakukan di setiap posko siaga bencana yabg ada di 22 kabupaten dan kota provinsi selaksa nusa itu. "Posko siaga bencana di masing-masig daerah bahkan kita susah aktifkan 24 jam," katanya.

Selain siaga bencana serta tanggap darurat, BPBD NTT sudah menyediakan anggaran sebesar Ro900 juta unuk kepentingan perbaikan sejumlah fasilitas ekonomi masyarakat yang terdampak bencana nantinya. Anggaran itu bersumber dari bantuan pemerintah pusat.

"Selain itu BNPB juga telah menyalurkan bantuan logistik tanggap darurat sebanyak lima peti kemas," katanya.

Selain bantuan dana perbaikan, ada sejumlah daerah di NTT yang masuk kategori rawan benvana mendapatkan bantuan dana rehabilitasi dan rekonstruksi dari Kementerian Keuangan RI. Penyaluran dana itu dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah NTT dan pihak Kementerian Keuangan RI.

(Baca Juga: Diterjang Banjir, 5 Kecamatan di Kupang Ini Terancam Terisolir)

Dana itu disalurkan ke daerah dengan mempertimbangkan intensitas bencana dan jumlah penduduk dari masing-masing kabupaten/kota. Pada 28 Desember 2017 lalu lanjut dia Kementerian Keuangan RI selaku Pengguna Anggaran (PA) telah mentransfer dana rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp61,9 miliar ke rekening kas daerah dan dijadikan sebagai pendapatan lain-lain.

Dana tersebut diperuntukan kepada empat kabupaten yang telah mengajukan proposal dalam kegiatan tahun 2018 masing-masing Kabupaten Manggarai senilai Rp18 miliar, Ende Rp16 miliar, Alor Rp15 miliar dan Kabupaten Flores Timur mendapat anggaran senilai Rp12 miliar. Dia berharap dengan bantuan dana iu kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi bisa dilakukan sesegara mungkin pascabencana.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini