Insiden yang terjadi lebih dari tiga bulan lalu itu telah memaksa ribuan orang terbangun dari tidurnya dalam keadaan panik akibat bunyi sirine tanda bahaya.
BACA JUGA: Hawaii Pasang Sirene Peringatan untuk Hadapi Ancaman Rudal Korut
Sebelumnya, alarm rudal palsu menggemparkan masyarakat Hawaii pada Sabtu 13 Januari. Peringatan tersebut ternyata palsu dan dikirim akibat human error. Gubernur Hawaii, David Ige, mengatakan bahwa seseorang di Hawaii Emergency Management Agency ‘menekan tombol yang salah’ selama perubahan jam kerja rutin. Perubahan tersebut terjadi tiga kali sehari setiap hari sepanjang tahun, tambahnya.
Peringatan darurat tersebut dikirim ke telefon genggam warga dan juga disiarkan melalui televisi dan radio. Hal itu menyebabkan kepanikan di antara orang-orang Hawaii dan platform media sosial. Warga bahkan telah berlarian keluar rumah untuk pergi ke tempat aman demi menyelamatkan nyawa mereka.
(Rufki Ade Vinanda)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.