Share

Tergiur iPhone, Alasan Sopir Taksi Online Nekat Culik dan Rampok Karyawati Bank

CDB Yudistira, Okezone · Jum'at 19 Januari 2018 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 19 525 1847447 gara-gara-tergiur-iphone-sopir-taksi-online-nekat-culik-dan-rampok-karyawati-bank-mCILrSFvXS.jpg Ilustrasi Penangkapan (foto: Shutterstock)

BANDUNG - Aldi Erlangga (25) seorang pengemudi taksi online Uber ditangkap polisi, karena lakukan perampokan dan penculikan, terhadap seorang karyawati bank bernama Mega Anisa.

Kejadian tersebut terjadi pada, Rabu 17 Januari 2018, di mana korban saat itu dijemput pelaku di wilayah Setiabudi untuk diantarkan ke wilayah Buahbatu, Bandung. Namun, bukan malah diantar ke lokasi yang di pesan korban, pelaku malah mengarahkan kendaraannya ke luar kota Bandung. Beruntung, korban dapat melarikan diri dari upaya penculikan itu.

Pelaku Perampokan dan Penculikan Karyawati Bank, Aldi Erlangga (foto: Cesar/Okezone)

(Baca Juga: Polisi Tembak Kawanan Begal Sadis yang Biasa Beraksi di Pantura Indramayu)

Polisi pun bergerak cepat dalam kasus ini. Kurang dari 24 jam, pelaku berhasil di bekuk kepolisian di kawasan Sukajadi, Kota Bandung.

Kepada wartawan, saat ungkap kasus di Mapolrestabes Bandung, Jumat (19/1/2018), Adi mengaku jika dirinya tergiur saat melihat ponsel milik korban merk iPhone keluaran Apple.

"Saya tergiur lihat handphone korban," kata Adi.

Adi yang baru memiliki satu anak yang baru berumur 6 bulan ini, mengaku tidak merencanakan aksi tersebut. Ia mengaku senjata tajam yang diketahui milik ayahnya itu, kerap di bawa saat menjadi sopir taksi online.

"Itu di bawa terus, buat jaga-jaga," terangnya.

Menjalani profesi sebagai pengemudi taksi online merupakan pekerjaan baru bagi dirinya. Adi yang sebelumnya bekerja di salah satu Food Court di Kota Bandung ini, mengaku baru 4 bulan menjalani profesi sebagai sopir taksi online.

(Baca Juga: Lima Perampok Koperasi di Kuningan Ambruk Ditembak Polisi)

Adi mengaku, akun taksi online yang digunakannya milik temannya bernama Helmi Refian. Sementara kendaraan mobil pun, bukan miliknya melainkan milik saudara Adi.

"Enggak ada niat (merampok) cuma tergiur aja lihat handphone korban," tandasnya.

Saat ini, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, Adi pun harus mendekam di balik jeruji besi, ruang tahanan Satreskrim Polrestabes Bandung. Polisi terapkan Pasal 365 KHUPidana dengan ancaman pidana diatas 5 tahun penjara.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini