Image

Nelayan Belitung Timur Hilang Diterkam Buaya

Arsan Mailanto, Jurnalis · Senin 05 Februari 2018 15:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 05 340 1854924 nelayan-belitung-timur-hilang-diterkam-buaya-LdxZNOkNlJ.jpg Warga sekitar bersama Tim SAR mencari nelayan yang hilang diterkam buaya muara (Foto: Arsan/Okezone)

BELITUNG TIMUR - Juhardi (47), seorang nelayan pukat asal Desa Batu Air, Kecamatan Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Provinsi Bangka Belitung dilaporkan hilang. Juhardi hilang lantaran diduga diserang seekor buaya di Muara Sungai Sembulu, Belitung Timur.

Hingga kini warga bersama instansi terkait masih berupaya melakukan pencarian korban yang belum ditemukan dengan menyisir sepanjang aliran sungai, menggunakan perahu maupun berjalan kaki di sepanjang tepian Sungai Sembulu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Belitung Timur, Ikhwan Fahrozi yang memimpin operasi pencarian ini mengungkapkan, kondisi lokasi membuat proses pencarian korban cukup sulit dan di huni banyak hewan buas seperti buaya.

"Kondisi lokasi hilangnya korban (Juhardi-red) yang berada di kawasan ini cukup berbahaya. Karena banyak dihuni binatang buas terutama buaya muara (rocodylus porosus)," ujar Ikhwan saat dikonfirmasi Okezone di lokasi pencarian, Senin (5/2/2018).

Fahrozi menyatakan, pihaknya masih melakukan upaya pencarian. Namun pihaknya mengalami kendala, apalagi sebagian besar perahu yang digunakan memiliki kapasitas terlalu kecil. Sehingga dapat membahayakan keselamatan warga maupun petugas yang terlibat dalam operasi pencarian ini.

"Kapasitas perahu yang di gunakan terlalu kecil, proses pencarian hanya dilakukan di siang hari. Proses pencarian hanya kita lakukan sampai jam 5 sore. Kalau malam hari kita tidak melakukan pencarian, karena keadaan sarana perahu hanya di bawah dua ton, kalau di atas lima ton mungkin bisa kita lakukan pencarian di malam hari," tuturnya.

Sementara, menurut warga Simpang Pesak, buaya ini memiliki ukuran yang cukup besar, keganasan buaya muara dikawasan ini cukup mengerikan. Bahkan sudah sering menyerang warga.

"Hampir setiap tahun ada yang diterkam buaya muara di sini. Kalau tidak salah sudah ada enam orang yang hilang di terkam buaya di sungai ini," ungkap Sahanudin, warga setempat.

Menurutnya, buaya muara yang terkenal ganas itu memiliki diameter sekitar tujuh meter, "Buaya muaranya sekira 7 meter, di sini dari enam orang yang di terkam buaya. Cuma satu jasad yang ditemukan utuh yang lainnya tinggal paha dan bagian tubuh lainnya," ungkapnya.

Kendati demikian BPBD Belitung Timur berencana akan terus melakukan operasi pencarian ini akan terus dibantu oleh warga hingga didapat kepastian tentang nasib Juhardi, mengingat Juhardi sudah empat hari belum ditemukan. Namun, pihak BPBD sendiri secara resmi hanya dapat menurunkan tim pencari selama tujuh hari sesuai standart operasional SAR.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini