Image

Lima Balon Independen Tak Memenuhi Syarat Maju di Pilkada Langkat

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 12:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 13 340 1858821 lima-balon-independen-tak-memenuhi-syarat-maju-di-pilkada-langkat-Q9AsYf4D7D.jpg Ilustrasi

MEDAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menggugurkan 5 bakal pasangan calon (balon) jalur independen yang mendaftar untuk Pilkada Kabupaten Langkat 2018. Kelima balon independen itu digugurkan karena tidak berhasil memenuhi syarat pencalonan untuk jalur independen, yakni mendapatkan dukungan dari 53.552 warga, yang dibuktikan dengan lampiran KTP Elektronik.

Atas keputusan KPU Langkat itu, tiga dari lima balon independen itu melakukan perlawanan. Mereka berencana menggugat keputusan KPU ke Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Langkat maupun ke Pengadilan Tata Usaha Negara.

Menurut salah seorang tim sukses Paslon Bupati jalur independen Djohar Arifin-Iskandar Sugito yang bernama Juli Hukman, proses verifikasi faktual yang dilakukan KPU sebelum mengambil keputusan menggugurkan balo yang mereka usung, sangat merugikan mereka. Hal itu karena KPU mengharuskan mereka mengumpulkan warga di satu tempat.

"Padahal seharusnya verifikasi faktual di lakukan Petugas PPS dari rumah ke rumah seperti halnya verifikasi faktual tahap pertama," ucap Juli Hukman, Selasa (13/2/2018).

(Baca Juga: Ada 7 Paslon Mendaftar di Pilkada Langkat, 5 dari Jalur Independen)

Sementara itu, ketua Panwaslih Langkat, Aidil Fitri, menyatakan sudah menerima laporan dari tiga Paslon yang di gugurkan KPU langkat. Yakni dari paslon Djohar Arifin-Iskandar Sugito, Irham ST-Ahmad Zaidnur, Sulistianto-Heriansyah.

“Iya sudah, saat ini kita sedang mempelajari laporan tersebut dan belum memutuskan apakah akan menindaklanjutinya atau tidak,”tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, lima balon independen Pilkada Kabupaten Langkat, digugurkan oleh Komisi Pemilihan Umum karena tidak memenuhi syarat dukungan jalur independen yakni sebanyak 53.552 KTP Elektronik. Mereka adalah pasangan Djohar Arifin-Iskandar Sugito yang hanya memperoleh 42.185 dukungan yang tersebar di 23 kecamatan se-Kabupaten Langkat.

Lalu pasangan Irham-Ahmad Zaidnur dengan dukungan 20.527 di 23 kecamatan; Muhammad Zamroni dan Denny Nur Ilham dengan dukungan 26.752 di 20 Kecamatan; Abdul Aziz - Yatman dengan dukungan 18.071 di 18 kecamatan dan Sulistiyanto dan Heriansyah dengan dukungan 43.170 tersebar di 23 kecamatan.

(Baca Juga: Mantan Ketua PSSI Djohar Arifin Gagal Maju di Pilkada Langkat)

Dengan gagalnya seluruh calon independen ini, maka Pilkada Kabupaten Langkat hanya akan diikuti dua pasangan calon, yang keduanya berasal dari jalur partai politik. Dimana untuk maju dari jalur tersebut, setiap pasangan calon bupati dan wakil bupati harus mendapat dukungan dari minimal 1 partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki 10 kursi di DPRD Kabupaten Langkat hasil pemilu legislatif 2014.

Kedua pasangan yang memenuhi syarat dan telah ditetapkan sebagai pasangan calon itu, yakni pasangan Rudi Hartono Bangun-Budiono dan pasangan Terbit Rencana Peranginangin-Syah Afandin. Pasangan Rudi Hartono Bangun-Budiono didukung oleh Partai Demokrat, PKS dan Partai NasDem dengan total 15 kursi di DPRD Kabupaten Langkat. Sementara pasangan Terbit Rencana Perangingangin-Syah Afandin didukung PDIP, Golkar, PPP, PAN, PBB, PKB, Hanura dan Gerindra dengan perolehan 35 kursi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini