nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gubernur Aceh Tak Larang Waria Kerja di Salon

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 15:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 13 340 1858919 gubernur-aceh-tak-larang-waria-kerja-di-salon-9Bu2QTAMp8.jpg Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)

JAKARTA – Belasan waria ditangkap polisi dan wilayatul hisbah (polisi syariat) di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, bulan lalu. Mereka ditangkap dari sejumlah salon dalam rangka operasi penyakit masyarakat.

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, mengaku tidak mengeluarkan kebijakan yang melarang waria bekerja di salon. Namun, ia mendapat laporan bahwa salon-salon yang ada di wilayah itu kerap menjadi tempat bolosnya para siswa.

"Memang jadi heboh juga ya waria itu. (Jadi) ada pengaduan orang tua murid, anaknya cabut sekolah nyantai-nyantai di salon-salon. Yang pekerja salon pun menawarkan creambath gratis," ujar Irwandi di Kantor Wapres RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (13/2/2018).

Irwandi menuturkan, hingga kini pihaknya tidak melarang waria bekerja di salon. Namun, ia mengingatkan agar salon tidak menjadi tempat anak-anak sekolah bolos sekolah.

"Jangan sampai anak-anak sekolah ngumpul di situ semua. Masalah salon mah buka saja, orang cari rezeki kok," tukas Irwandi.

"Dibolehkan (waria kerja di salon), sampai sekarang masih buka, enggak ada yang ditutup, kecuali ketemu esek-esek baru ditutup," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, kepolisian dan wilayatul hisbah (polisi syariat) mengamankan 12 orang waria dari sejumlah salon di Kabupaten Aceh Utara, dalam rangka operasi penyakit masyarakat, Minggu 29 Januari 2018.

Kapolres Kabupaten Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata menyatakan, waria tersebut diamankan dari 5 salon yang tersebar di Kecamatan Lhoksukon dan Pantonlabu.

Para waria itu kemudian mendapat pembinaan dari kepolisian. Bahkan, rambut mereka dicukur dan disuruh berteriak sekeras-kerasnya agar suara prianya keluar.

(Baca Juga: "Aceh Tanah Rencong, Bukan Tanah Bencong")

Di sisi lain, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, mengeluarkan instruksi agar dinas terkait mencabut izin usaha tempat salon atau rumah kecantikan bila terbukti melanggar aturan. Ini dilakukan dalam rangka menegakkan syariat Islam di wilayahnya.

(Baca Juga: Diduga "Plonco" Waria, AKBP Untung Sangaji Terancam Disanksi)

Hal itu dituangkan Mawardi dalam Instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2018 tentang penertiban perizinan terhadap usaha pangkas/salon/ rumah kecantikan yang dikelola dan didiami oleh kelompok lebian, gay, biseksual, dan transgender dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini