Share

Ratusan Warga Halmahera Barat Mengungsi Akibat Banjir

ant, · Selasa 13 Februari 2018 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 13 340 1859015 ratusan-warga-halmahera-barat-mengungsi-akibat-banjir-L7ppAjiksw.jpg Ilustrasi

HALMAHERA BARAT - Ratusan warga di Desa Dodinga dan Desa Akediri Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara terpaksa mengungsi akibat banjir yang menggenangi rumah warga. Banjir datang setelah hujan deras dalam dua hari terakhir.

Kepala BPBD Kabupaten Halmahera Barat, Imran Lolori ketika dihubungi dari Ternate, Selasa mengatakan 200 lebih warga telah diungsikan ke tempat yang aman hingga genangai air di permukiman warga turun.

Untuk itu pihaknya telah menyediakan tenda darurat dan ratusan tikar yang bisa digunakan warga terkena banjir di dua lokasi tersebut.

Selain itu, kata Imran, pihaknya telah menyediakan makan ringan bagi warga terdampak banjir untuk kebutuhan sehari-hari selama di lokasi pengungsian.

Dia mengatakan, hujan deras disertai banjir mengakibatkan puluhan rumah tergenang banjir, bahkan ada sejumlah warga yang lebih memilih tidak meninggalkan rumahnya karena khawatir barang berharga terbawa oleh banjir.

Imran mengakui, hingga kini tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat banjir tersebut, akan tetapi, Pemkab Halbar telah menyiapkan personelnya untuk mengantisipasi adanya banjir susulan akibat hujan deras.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Kilimatologi dan Geofisika (BMKG) Ternate, Malut menyatakan, hujan deras terjadi di sekitar wilayah Kota Ternate dan Halmahera Barat, sehingga warga yang tinggal di bantaran kali diminta untuk mewaspadai adanya banjir.

Prakirawan Cuaca BMKG Kota Ternate, Satria Kridha Nugraha ketika dikonfirmas mengakui, hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan tingginya gelombang dari arah timur barat laut dengan kecepatan 40-50 km/jam dan diprediksi terjadi hingga tiga hari ke depan.

Selain itu, dirinya juga meminta agar jalur yang perlu diwaspadai terdapat pada lintasan Ternate-Jailolo dan Halut-Pulau Morotai yang mencapai tiga meter.

Oleh karena itu, dia mengimbau para nelayan dan kapal cepat berukuran kecil harus mewaspadai tingginya gelombang, terutama di perairan Ternate, Pulau Halmahera dan Kepulauan Sula dalam sepekan terakhir.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini