19 Orang Dimintai Keterangan Atas Kematian TKI Adelina

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 16 Februari 2018 10:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 16 18 1860433 19-orang-dimintai-keterangan-atas-kematian-tki-adelina-BCiTfDEOlb.jpg Polisi turut meminta keterangan dari dokter yang merawat serta tetangga majikan korban (Foto: The Star)

PENANG – Kepolisian Malaysia menginterogasi 19 orang terkait kasus penganiayaan hingga menyebabkan kematian seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) bernama Adelina Jemira. Di antara belasan orang tersebut, beberapa dokter yang merawat serta tetangga majikan korban turut dimintai keterangan.

Kepala Kepolisian Penang, Komisaris Datuk A. Thaiveegan mengatakan, penyelidikan terhadap kasus penganiayaan itu sudah hampir selesai.

“Kami sedang menunggu hasil post-mortem sebelum merangkum serta mengumpulkan dokumen kepada Wakil Kejaksaan Negeri,” ujar Thaiveegan, mengutip dari The Star, Jumat (16/2/2018).

BACA JUGA: Siksa TKW Asal Medan, Kakak-Beradik di Malaysia Ditangkap Polisi

Ia menambahkan, kepolisian juga sudah meminta keterangan dari seorang ibu berusia 60 tahun, perempuan berusia 36 tahun, dan pria berusia 39 tahun yang ditahan usai Adelina meninggal dunia. Ketiganya diketahui tidak memiliki catatan kepolisian sebelumnya.

Wakil Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Penang, Osrinikita Zubhana menerangkan, jenazah Adelina Jemira akan diterbangkan pada hari ini ke Indonesia. Pihak keluarga akan menerima jenazah korban di Nusa Tenggara Timur.

BACA JUGA: Menlu Retno: Keluarga TKI Adelina Sudah Berhasil Dihubungi 

Sementara itu, Kepolisian Indonesia juga sudah menahan dua orang di Kupang, Nusa Tenggara Timur, atas dugaan tindak pidana perdagangan manusia. Sepasang suami istri itu diduga memalsukan dokumen saat mengirim Adelina ke Malaysia pada 2015.

Penahanan tersebut sesuai dengan keterangan dari ibu korban, Yohana Banunaek, yang mengatakan seorang pria menawarkan pekerjaan di Malaysia. Keluarga sempat menolak, tetapi pria itu kemudian datang lagi dan tiba-tiba Adelina menghilang.

“Seorang pria pernah datang untuk menawarkan pekerjaan di Malaysia tapi kami menolak. Ia datang lagi dengan semua dokumen kerja palsu dan keesokan harinya kami tidak bisa menemukan Adelina. Kami yakin dia sudah pergi bersama pria itu,” ucap Yohana Banunaek.

Menurutnya, dalam dokumen palsu itu usia Adelina dibuat enam tahun lebih tua dari aslinya, yakni 20 tahun. Adelina diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang. Ia menambah panjang daftar TKI asal Nusa Tenggara Timur yang meninggal dunia di Malaysia, yakni 62 orang sepanjang 2017, yang mayoritas masuk ke Negeri Jiran secara ilegal. 

BACA JUGA: Kemlu Klarifikasi Penyiksaan terhadap TKI Adelina di Malaysia 

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, mendesak agar otoritas Malaysia mengadili para pelaku sesuai hukum yang berlaku dan dijatuhi vonis seberat-beratnya. Otoritas Malaysia kemungkinan akan mengusut kasus tersebut sesuai dengan Pasal 302 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman mati.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini