nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Edy Rahmayadi Serukan Pilkada Sumut Tanpa Hoax, SARA dan Politik Uang

Erie Prasetyo, Jurnalis · Senin 19 Februari 2018 02:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 19 340 1861249 edy-rahmayadi-serukan-pilkada-sumut-tanpa-hoax-sara-dan-politik-uang-9CZSFp2BdC.jpg Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah. Foto Okezone

MEDAN – Calon Gubernur Edy Rahmayadi menyerukan Pilkada Sumut tanpa tanpa {hoax}, SARA dan politik uang.

Seruan itu disampaikannya saat deklarasi kampanye damai yang diselenggarakan KPU Sumut, Minggu (18/2/2018) di Taman Budaya Sumatera Utara.

Edy Rahmayadi yang berpasangan dengan Musa Rajekshah, itu menyatakan bahwa pihaknya timnya siap melaksanakan kampanye damai, demokrasi dan mengedukasi masyarakat.

"(Kami) siap melaksanakan kampanye tanpa hoax, politisasi SARA, dan politik uang. Tunduk dan patuh terhadap perundang-undangan yang berlaku," tegas mantan Pangostrad ini.

Usai deklarasi, jenderal bintang tiga ini juga melakukan penandatanganan akan deklarasi kampanye damai yang akan dihelat selama tiga bulan ke depan.

Sebelumnya, Komisioner KPU RI, Ilham Syahputra menegaskan, Provinsi Sumatera Utara merupakan provinsi paling besar dan menjadi contoh bahwa Sumut masyarakatnya beragam, namun bisa hidup rukun bersama.

"Kalau orang memandang kita keras dan buat onar (itu jauh dari kenyataan), padahal kalau kita datang kita dijamu, kalau tamu saja begitu, apalagi di pesta demokrasi ini," jelasnya.

Menurut dia, KPU akan bekerja secara maksimal, profesional dan amanah dalam melaksanakan tahapan-tahapan pemilu. Jika KPU melakukan pelanggaran dalam tahapan pemilu, Ilham meminta agar laporkan pelanggaran tersebut ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

"Kita siap melakukan (tahapan pemilu dengan) adil kepada setiap paslon. Kalau tidak adil, laporkan ke DKPP," tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea. Dia berharap kepada para tim kampanye untuk mengajak masyarakat berkampanye dengan memberikan proses pendidikan politik.

"Percayalah kepada kami, kami selalu diasistensi oleh pimpinan KPU RI, setiap langkah tanggung renteng tahapan pemilu ini akan kami lakukan dengan aturan yang berlaku. Kami, demi Allah menyelenggarakan penyelenggaraan pemilu dengan sebaio mungkin," jelasnya.

KPU Sumut menegaskan agar seluruh PPS, PPK dan penyelenggara lainnya supaya menjaga jarak yang sama dengan pasangan calon, tim kampanye, dan partai politik pengusung.

"Kami dalam melaksanakan tahapan Pilgubsu selalu melalukan proses secara transparan dan akuntabel,k jelasnya.

Terkait tahapan pelaksanaan kampanye, imbuh Mulia, tim pemenangan harus menjalankan tiga prinsip yakni prinsip kejujuran, transparan dan akuntabel serta melakukan kampanye dialogis dalam menyampaikan visi misi sehingga masyarakat akan tahu siapa c3slon yang akan dipilih.

"Ketiga prinsip berdemokrasi ini harus dilakukan agar masyarakat bisa mengenali calonnya, sehingga masyarakat tahu siapa calon yang layak memimpin. Kalau sudah sadar, tentunya Sumut semakin berdaulat," tuturnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Sumut, Hardi Munthe menyatakan, kampanye ini tim kemenangan pasangan calon didorong untuk melakukan kampanye dialogis, makanya alat peraga kampanye dibatasi.

"KPU Sumut memastikan tahapan pemilu berjalan, Bawaslu memastikan pengawasan dengan tidak menggunakan politik uang, dan politisasi SARA. Kita anti hoax, dan tidak menggunakan ujaran kebencian," tandasnya.

Bahkan kata Hardi, ada sanksi diskualifikasi jika tim pemenangan atau pasangan calon melakukan pelanggaran sesuai undang-undang seperti money politik terstruktur, menggunakan ASN dan penyelenggara secara terstruktur, sistematis.

"Kami yakin dan percaya ini dijaga dengan baik," jelasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini