Satgas Indobatt PBB di Lebanon Diminta Hindari Penularan Virus HIV/AIDS

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 24 Februari 2018 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 24 18 1864178 satgas-indobatt-pbb-di-lebanon-diminta-hindari-penularan-virus-hiv-aids-4gPeDO4dqM.jpeg

AL QUSAYR-  Pasukan Perdamaian Satgas Indobatt (Indonesian Battalion) Konga XXIII-L/Unifil yang tengah melaksanakan Misi PBB, mengikuti penyuluhan pencegahan dan penyebaran Virus HIV/AIDS yang diselenggarakan oleh UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon), bertempat di Rubb Hall UNP 7-1, Markas Indobatt, Adchit Al-Qusayr, Lebanon Selatan.

Penyuluhan HIV/AIDS yang disampaikan Stephen Talugende dari Chief HIV/AIDS Officer UNIFIL, meliputi pengenalan tentang HIV dan AIDS termasuk cara penularan dan  pencegahannya, serta perlakuan terhadap penderita dan perkembangan HIV/AIDS itu sendiri dan siapa saja yang dapat terinfeksi penyakit tersebut.

Pria asal Tanzania itu mengatakan, satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang terjangkit Virus HIV/AIDS adalah dengan melakukan pemeriksaan darah. Dia juga mengingatkan personel Indobatt untuk menghindari perilaku yang dapat memperbesar peluang terjangkit viurs mematikan tersebut. 

“Tindakan paling efektif agar tidak tertular HIV adalah dengan menghindari seks bebas atau berganti-ganti pasangan, tukar menukar jarum suntik dan penyalahgunaan narkotika,” ucapnya.

“Pentingnya menjaga kesetiaan dengan pasangan masing-masing dan mengetahui kondisi satu sama lain bahwa mereka tidak terinfeksi HIV/AIDS, serta melakukan hubungan seks secara sehat,” kata Stephen.

Lebih lanjut Stephen menyampaikan bahwa penderita HIV/AIDS bukan orang yang harus dijauhi atau diisolasi. Mereka masih dapat berinteraksi dengan masyarakat serta mendapatkan pekerjaan yang layak apabila seorang penderita dapat melakukan pengobatan secara dini dan mengerti tata cara perlakuan terhadap HIV/AIDS.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) bisa menular pada pasangan homoseksual maupun heteroseksual. Meski begitu, HIV/AIDS tidak dapat menular melalui sentuhan, pelukan atau ciuman.

“Program penyuluhan HIV/AIDS wajib diberikan kepada seluruh Peacekeepers (Pasukan Perdamaian) guna membantu UNIFIL dalam menekan laju penularan Virus HIV dan AIDS di daerah operasi, seperti Lebanon ini,” tuturnya.

Diakhir penyuluhannya, Stephen menyampaikan bahwa HIV/AIDS merupakan epidemik yang mengancam masyarakat dunia. Jumlah penderita HIV/AIDS di dunia saat ini cenderung semakin bertambah dan masih belum ditemukan obatnya.

Menurut penelitian badan PBB untuk HIV/AIDS  yaitu UNAIDS pada tahun 2017 menyampaikan bahwa, tidak ada satupun negara di dunia yang terbebas dari penyakit HIV/AIDS. 

“UNIFIL berharap dengan penyuluhan HIV/AIDS  tersebut dapat dijadikan sebagai informasi dan pengetahuan tentang penularan dan pencegahan Virus  HIV/AIDS   serta  dapat ditekan penyebarannya,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, S.I.P mengatakan bahwa penyuluhan masalah HIV/AIDS bagi prajurit TNI yang sedang bertugas sebagai Peacekeepers di Lebanon sangat penting mengingat mereka yang jauh dari keluarga, tidak menutup kemungkinan akan berbuat hal-hal yang dapat merusak diri dan keluarga mereka bahkan satuan dimana mereka bertugas.

Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil, Letkol Inf Arfan Johan Wihananto berharap, dengan adanya penyuluhan HIV/AIDS dari UNIFIL, prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda dapat terhindar dari bahaya HIV/AIDS, agar semasa penugasan maupun pasca tugas tidak ada satupun personel Indobatt XXIII-L yang terinfeksi virus tersebut.

“Yang harus kita pedomani adalah perkuat Iman dan Taqwa, patuhi semua aturan dan jangan sekali-kali melanggarnya. Ingat, keluarga tercinta menanti kepulangan kita dirumah,” ujar Letkol Inf Arfan Johan Wihananto melalui keterangan pers yang diterima media, Sabtu (24/2/2018).

Pada akhir kegiatan penyuluhan, Stephen Talugende dan Tim HIV/AIDS Officer UNIFIL membagi-bagikan Pin Simbol Anti HIV/AIDS kepada Peacekeepers yang sudah dan mengikuti penyuluhan tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini