"Dari luar gedung dia sudah teriak-teriak, nyerocos bahwa negara ini dipimpin oleh orang kafir. Dia juga menendang sepeda motornya yang dikatakan sebagai produk orang kafir. Bahkan dia bilang rela mati untuk jihad," bebernya.
Sejumlah orang di gedung sempat menghalangi pria misterius itu masuk. Namun, dengan cekatan dia berhasil menyelinap masuk dan menuju salah satu ruang yang digunakan sebagai Sekretariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).
"Kebetulan di situ ada sahabat Jalil, Sobri, dan Imam, yang sedang mau istirahat tidur. Orang itu ditenangkan dan ditanya sama 'Kamu siapa dan dari mana. Malah dia bilang 'Aku utusan Allah dan disuruh untuk berjihad', seraya mengumandangkan takbir dan baca syahadat," tuturnya.
Mengetahui ada yang tidak beres, pria misterius itu dibawa keluar hingga di halaman gedung. Setelah diinterogasi lagi, pelaku masih dengan jawaban yang sama bahkan semakin beringas dengan menendang sejumlah sepeda motor.