Jepang Ingin Korsel Tekan Korut Terkait Isu Penculikan Warganya

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 18:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 13 18 1872115 jepang-ingin-korsel-tekan-korut-terkait-isu-penculikan-warganya-7CVKdb269q.JPG PM Jepang, Shinzo Abe (kanan), mendesak agar Korea Selatan mengangkat isu penculikan warganya saat berunding dengan Korut (Foto: Kim Kyung-hoon/Reuters)

TOKYO – Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe, memanggil perwakilan Korea Selatan (Korsel) guna memberikan arahan jelang KTT Antar-Korea dengan Korea Utara. Ia meminta agar selain berbicara pelucutan senjata nuklir dan rudal balistik, kedua Korea juga menuntaskan masalah penculikan.

BACA JUGA: Jepang-PBB Kerjasama Atasi Kasus Penculikan oleh Korut 

Sebagai informasi, Korea Utara menculik sekira 13 orang warga Jepang pada dekade 1970-1980. Pada 2002, lima dari 13 orang itu dipulangkan oleh Korut dan sisa delapan lainnya dinyatakan sudah meninggal. PM Shinzo Abe pernah berjanji akan menuntaskan kasus itu selama masa pemerintahannya.

“Resolusi terhadap penculikan, nuklir, rudal adalah inti dari kebijakan Jepang. Korea Utara harus menyamakan kata-kata dengan tindakan mereka,” tegas PM Shinzo Abe kepada utusan khusus Kepresidenan Korea Selatan, Suh Hoon, di Tokyo, melansir dari Reuters, Selasa (13/3/2018).

Kepala Badan Intelijen Korea Selatan (NIS) itu mendesak agar Jepang mau bekerja sama dalam menyukseskan KTT Antar-Korea serta denuklirisasi Semenanjung Korea. Namun, ia sama sekali tidak menyinggung tentang isu penculikan.

“Kerjasama antara pemimpin Korea Selatan dan Jepang sangat penting untuk denuklirisasi Semenanjung Korea dan penyelesaian isu rudal,” ujar Suh Hoon.

BACA JUGA: Adik Remaja Jepang yang Diculik Korut Berharap Trump Dapat Pulangkan Kakaknya 

BACA JUGA: Temui Trump, Keluarga Korban Penculikan Korut Siap Curahkan Isi Hati

Sikap Negeri Matahari Terbit yang ingin memasukkan pembahasan mengenai penculikan dalam KTT Antar-Korea atau pertemuan Korea Utara dengan Amerika Serikat dapat menjadi ganjalan tersendiri. Sebab, Seoul dan Washington mungkin saja memisahkan kesepakatan denuklirisasi dengan perjanjian mengenai penculikan warga Jepang.

Sebelum bertemu dengan Shinzo Abe, Suh bertemu dengan Menteri Luar Negeri Taro Kono pada Senin 12 Maret di Tokyo. Juru bicara Istana Kepresidenan Korea Selatan mengatakan, Taro Kono mengaku kepada Suh Hoon bahwa perubahan situasi di Semenanjung Korea sudah mendekati keajaiban.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini