nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sandi Sebut Jepang Pernah Alami Penurunan Tanah seperti di Jakarta pada 1960-an

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 21:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 13 338 1872303 sandi-sebut-jepang-pernah-alami-penurunan-tanah-seperti-di-jakarta-pada-1960-an-t7vYRXgLcj.jpg Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, fenomena penurunan tanah yang sedang terjadi di Ibu Kota itu pernah dialami Jepang pada 1960-an. Hal tersebut disebabkan maraknya penyedotan air tanah yang dilakukan oleh gedung-gedung bertingkat.

Ia menerangkan, pihaknya mengikuti cara yang dilakukan Negeri Matahari Terbit itu untuk mencegah berlanjutnya penurunan tanah. Metode yang diambil adalah mengeluarkan kebijakan pengoperasian pengambilan air tanah melalui pipanisasi air.

"Tokyo mengalami itu di tahun 60-an dan Tokyo bisa menyetop penurunan muka tanahnya karena menyetop juga pengambilan air tanah. Dan itu harus diikuti pipanisasi," kata Sandi di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kebayoran, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Sandi menambahkan, agar penurunan tanah di Jakarta tak semakin bertambah maka pihaknya mengambil keputusan dengan menerbitkan Keputusan Gubernur (Kepgub) No 279 Tahun 2018.

(Baca Juga: Anies Sebut Surat Izin Pengambilan Air di Hotel Sari Pan Pacific Kedaluwarsa)

"Ya semuanya harus sesuai dengan ketentuan. Kami ingin tertibkan ke depan dan ini akan memulai suatu gerakan. Bahwa untuk memastikan air tanah tidak turun lagi, ya kami harus lakukan sesuatu yang drastis," pungkasnya.

Gunernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan sejak 6 Februari lalu dirinya telah mengeluarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) No 279 Tahun 2018 yang isinya membentuk tim pengawasan terpadu penyediaan sumur resapan dan instalasi pengolahan air limbah serta pemanfaatan air tanah di bangunan/gedung dan perumahan.

(Baca Juga: Menteri PUPR Apresiasi Pemprov DKI Stop Pemakaian Air Tanah untuk Pengusaha)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini