Moskow Tak Tanggapi Ultimatum Inggris Soal Upaya Pembunuhan Mantan Mata-Mata Rusia

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 13:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 14 18 1872553 moskow-tak-tanggapi-ultimatum-inggris-soal-upaya-pembunuhan-mantan-mata-mata-rusia-8OFBaT1Qjy.jpg Mantan mata-mata Rusia, Sergey Skripal diracun dengan zat yang diduga sebagai Novichok di Salisbury, Inggris pada 6 Maret 2018. (Foto: Reuters)

MOSKOW - Pemerintah Rusia menyatakan tidak akan merespons tuntutan Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May terkait penjelasan mengenai upaya pembunuhan mantan mata-mata, Sergey Skripal di Salisbury.Batas waktu yang ditetapkan oleh PM May berakhir pada Rabu tengah malam, 14 Maret.

BACA JUGA:  Kepolisian Inggris: Mantan Mata-Mata Rusia Diberi Racun Syaraf

Kedutaan Besar Rusia di London menegaskan kembali pernyataan dari Menteri Luar Negeri, Sergey Lavrov bahwa Moskow tidak akan merespons ultimatum London kecuali penyelidikan yang dilakukan mengikuti prosedur yang diterima internasional. Lavrov mengatakan, kasus itu harus melalui Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).

"Rusia tidak akan menanggapi ultimatum London sampai menerima sampel zat kimia tersebut," kata juru bicara Kedubes Rusia di London sebagaimana dilansir RT, Rabu (14/3/2018).

Aturan OPCW memperbolehkan Inggris, sebagai anggotanya untuk mengirimkan permintaan penyelidikan resmi kepada Rusia dengan waktu 10 hari untuk dibalas.

Moskow mengatakan telah meminta sampel dari zat kimia yang digunakan dalam upaya pembunuhan Skripal segera setelah ada dugaan zat tersebut berasal dari Soviet. Namun, permintaan itu tidak ditanggapi oleh Inggris.

Selain meminta sampel zat tersebut, Rusia juga meminta akses kepada material dari penyelidikan yang sedang berjalan. Menurut Menlu Rusia, Sergey Lavrov, hal itu dikarenakan Yulia Skripal, putri dari Sergey Skripal yang juga menjadi korban dalam insiden tersebut, adalah warga Rusia.

Pada Senin, 12 Maret, PM May mengatakan Skripal dan putrinya diracun dengan senjata kimia buatan Soviet yang dinamai Novichok. Dia memberi Rusia 36 jam untuk memberikan penjelasan dan mengatakan bahwa Inggris menuding Rusia bertanggungjawab atas upaya pembunuhan tersebut.

BACA JUGA: PM Inggris: Mantan Mata-Mata Rusia Diberi Racun Novichok

Menurut May, hanya dua penjelasan yang mungkin: baik Moskow meracuni bekas mata-mata dengan sengaja, atau membiarkan racun syarafnya jatuh ke tangan yang salah.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini