Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BMKG: Musim Kemarau Tahun 2018 Masih Kondusif bagi Pertanian

Achmad Fardiansyah , Jurnalis-Kamis, 15 Maret 2018 |15:07 WIB
BMKG: Musim Kemarau Tahun 2018 Masih Kondusif bagi Pertanian
Ilustrasi musim kemarau (Foto: Okezone)
A
A
A

Dwi menyebutkan, wilayah yang pertama kali memasuki musim kemarau Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Bali. Selanjutnya, perkembangan daerah yang akan mengalami musim kemarau akan bertambah dari bulan ke bulan.

"Pertama kali musim kemarau terjadi di daerah NTT, NTB dan Bali," ungkapnya. (Baca Juga: Masuki Musim Kemarau, Ini Imbauan BMKG untuk Pendaki Gunung)

Adapun puncak dari musim kemarau tahun ini, terjadi pada Agustus hingga September. Sebab itu, Dwi meminta agar masyarakat perlu waspada datangnya bencana kebakaran hutan dan lahan akibat dari kekeringan musim kemarau.

"Puncak musim kemarau 2018 diprediksi terjadi pada bulan Agustus - September 2018. Pada saat puncak musim kemarau di wilayah Indonesia perlu diwaspadai untuk daerah-daerah yang rentan terhadap bencana kekeringan, karhutla," tutupnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement