JAKARTA - Deputi Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mulyono Rahadi Prabowo menuturkan, musim kemarau tahun 2018 masih dianggap aman dan kondusif. Sebab, kendati musim kemarau masih dapat bercocok tanam.
"Musim kemarau ini masih dikatakan kondusif dan masih bisa dilakukan pertanian," katanya kepada wartawan di Gedung BMKG, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (15/3/2018).
Menurutnya, berbeda dengan musim kemarau pada 2015 karena la nina tahun ini lebih rendah serta tidak ada el nina.
"Faktor yang mempengaruhi kemarau ada el nino la nina dan la nina, tahun ini sampai Mei 2018 kita dipengaruhi el nino lemah. Untuk tahun ini, pengaruh eksternal banyak di pengaruhi la nina lemah. Jadi tidak ada el nino," tuturnya.
(Baca Juga: Indonesia Masuki Musim Kemarau, BMKG: Waspadai Karhutla & Kekeringan)
Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, musim kemarau pada 2018 akan dimulai pada April mendatang.
"Zona Musim di Indonesia telah memasuki musim hujan dan musim hujan diprakirakan akan berkahir pada bulan April, sejalan dengan akan berakhirnya musim penghujan maka kita akan bersiap menghadapi musim kemarau. Maka, awal musim kemarau diprakirakan akan mulai pada akhir April Juni 2018," ungkapnya.