nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kronologi Penggerebekan Pabrik Tembakau Gorilla di Bali

Nurul Hikmah, Jurnalis · Kamis 22 Maret 2018 20:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 22 340 1876670 kronologi-penggerebekan-pabrik-tembakau-gorila-di-bali-OrDnYcTwEc.jpg Polri Berhasil Bongkar Pabrik Rumahan Tembakau Gorilla di Denpasar, Bali (foto: Nurul/Okezone)

DENPASAR - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berhasil membongkar jaringan narkoba besar di Bali. Kali ini Polri menggerebek home industry pembuatan tembakau gorilla di Jalan Tunjung Sari Perumahan Pesona Paramita 2, Denpasar, yang letaknya tak jauh dari Polresta Denpasar.

Kasubdit I Narkotika Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Asep Jenal Akhmadi mengatakan, penggungkapan pabrik dari tembakau gorilla ini bermula dari pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas P2 (Penindakan dan Penyidikan) Bea Cukai Soekarno-Hatta terhadap paket kiriman fedex dari 19 Maret 2018.

(Baca Juga: Polisi Gerebek Pabrik Tembakau Gorilla di Bali)

Paket tersebut diketahui sebagai plastic deck yang ditujukan kepada penerima Michael Ardana yang beralamat di Jalan Pemuda III Nomor 23 Renon, Denpasar, Bali.

Kondisi Pabrik Tembakau Gorilla di Denpasar, Bali (foto: Nurul/Okezone)

Dia menjelaskan, setelah dicek pemeriksaan menemukan adanya serbuk berwarna kuning yang setelah dilakukan uji lab merupakan narkotika golongan 1 berjenis 5-Fluoro ADB.

Kemudian petugas Bea Cukai Bandara Soetta berkoordinasi dengan pihak Bareskrim Mabes Polri untuk selanjutnya dilakukan kegiatan control delivery.

Paket tersebut kemudian diantar ke alamat tujuan pada 20 Maret 2018 yang diterima oleh tersangka Krisna Andika Putra (20).

Kemudian, pihaknya langsung bergerak dengan tim gabungan yang dibentuk dari hasil koordinasi KPU Bea Cukai Soekarno-Hatta, Kanwil DJBC Bali, NTB, NTT, Bea Cukai Ngurah Rai, bergerak menuju rumah tersangka.

“Di rumah tersebut kami mengamankan tersangka lain lagi,” ungkapa Asep di Denpasar, Kamis (22/3/2018).

Dia menjelaskan, tersangka kedua diketahui bernama Anak Agung Ekananada (24). Dia menerangkan, tersangka mengakui memesan paket yang berisi narkotika golongan 1 (satu) berjenis 5-Fluoro ADB melalui media internet dan aplikasi WhatsApp kepada seseorang yang berada di luar negeri.

“Mereka bisa mendapatkan barang ini semuanya dari China,” jelasnya.

Dia menerangkan, bahwa di rumah tersebut ada 30 kilogram tembakau gorilla yang siap edar. Selain itu, barang bukti lainnya ada mesin penggiling, 21 botol cairan pewarna, 3 botol alkohol, 490 kemasan kaleng kosong, 5 unit timbangan digital.

(Baca Juga: Edarkan Tembakau Gorila di Kampus, Mahasiswa Ini Diciduk Polisi)

Saat rilis di tempat kejadian perkara (TKP) kedua, tersangka tersebut dihadirkan, mereka rencananya menjual tembakau tersebut dengan harga Rp450 ribu per 5 gram.

Menurutnya, mereka membuat pabrik tersebut sudah tiga bulan. “Pengakuan mereka begitu baru tiga bulan membuat ini. Dan barangnya ini belum lama dijual baru sebatas memberikan sampel kepada pembeli. Tapi contohnya ini sudah di sebarkan di seluruh wilayah Indonesia,” pungkasnya.

Tersangka Kasus Tembakau Gorilla di Denpasar, Bali (foto: Nurul/Okezone)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini