Di kecamatan Tenggarong, banjir terparah terjadi di Kelurahan Loa Ipuh yang dilintasi sungai Tenggarong. Berdasarkan data di Posko Penanggulangan Banjir, terdapat 14 RT di wilayah Kelurahan Loa Ipuh Kecamatan Tenggarong yang terdampak banjir sebanyak 563 rumah yang ditempati 950 KK, sedangkan di Kelurahan Maluhu banjir merendam empat RT.
Pihak Muspika Tenggarong telah membantu membuat posko untuk mendata dan memberikan penampungan sementara bagi para korban banjir dan menerima bantuan dari pihak-pihak yg ingin memberikan bantuan serta melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas Loa Ipuh agar dapat membantu terkait masalah kesehatan warga.
Sampai saat ini kondisi air masih bertahan dan kondisi warga yang terendam banjir sebagian masih bertahan di rumah masing-masing untuk mengamankan barang perlengkapan rumah tangga dan sebagian lagi ada yang mengungsi di posko banjir.
Di Kecamatan Kota Bangun, banjir juga merendam ratusan rumah di Desa Sarinadi. Banjir juga merendam fasilitas umum seperti sekolah TK, SDN, SMP, Masjid, Musala dan Gereja, sedangkan lahan sawah yang tergenang air sekitar 167 hektare.
Banjir terjadi akibat luapan sungai Semilis Desa Sarinadi karena curah hujan tinggi dan banjir kiriman dari Desa Benua Baru sehingga mengakibatkan tergenangnya jalan raya dan rumah warga dengan ketinggian air kurang lebih 1,5 meter.