nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Desa Budaya Siap Menangkan Edy Rahmayadi di Nias Selatan

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Jum'at 06 April 2018 16:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 06 340 1883159 warga-desa-budaya-siap-menangkan-edy-rahmayadi-di-nias-selatan-P6wscwb40k.jpg Edy Rahmayadi bersama warga Desa Budaya Nias Selatan (Foto: Wahyudi Aulia Siregar)

NIAS SELATAN - Calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut) nomor urut 1, Edy Rahmayadi berkunjung ke Desa Budaya Bawomataluo, di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Kamis 5 April 2018 petang. Dalam kunjungan tersebut, mantan Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) itu didampingi sang istri Nawal Lubis.

Saat Edy tiba bersama rombongan, Desa Budaya Bawomataluo tengah diguyur hujan. Namun, kondisi itu tidak memudarkan semangat Edy Rahmayadi maupun masyarakat Bawomataluo yang menyambutnya.

Edy disambut tokoh adat dan ratusan pria dan wanita berpakaian adat Nias. Yang pria dilengkapi dengan peralatan perang berupa parang, tombak dan tameng. "Yaahowu," teriak Edy Rahmayadi.

Masyarakat Desa Budaya terlihat yang antusias menyambut kedatangan sosok Ketua Umum PSSI itu. Dalam penyambutan tersebut Edy Rahmayadi disematkan pakaian adat Nias sebagai wujud penghormatan masyarakat Desa Bawomataluo atas kedatangan tamu ke desa mereka.

(Baca Juga: Edy Rahmayadi: Desa Budaya adalah Kekayaan Sumatera Utara)

Sejumlah pertunjukan pun disuguhkan dari atraksi Tari Perang (Faluaya) dan lompat batu. Bahkan Edy Rahmayadi dan Nawal Lubis turut menari bersama masyarakat meskipun hujan terus menguyur. “Ini (tari Faluaya) adalah kekayaan budaya Sumatera Utara, yang menjadikan daerah ini dan masyarakatnya bermartabat,” kata Edy.

Tari Faluaya, merupakan tarian yang memgerakan mengayunkan tombak dan pedang menggambarkan semangat dari para pejuang dalam mempertahankan kampung mereka dari serangan musuh. Tidak hanya itu saja, suara yang dikeluarkan oleh para penari juga merupakan ekspresi ketangkasan dan kepahlawanan para kesatria. Edy terlihat tak canggung mengikuti gerakan tarian perang itu.

Dalam kesempatan itu, Edy juga berterima kasih atas sambutan yang hangat yang diberikan masyarakat. "Semoga silaturahmi ini semakin memperkuat persaudaraan kita untuk mewujudkan Sumut Bermartabat. Pemimpin adalah teladan bagi masyarakatnya. Dan pemimpin itu harus bersedia kapan saja hadir untuk rakyatnya," ujar Edy.

Mewakili masyarakat salah seorang tokoh adat Desa Bawomataluo, Mowa Araw, mengatakan, Edy Rahmayadi diharapkan memberikan kebaikan untuk masyarakat di Kepulauan Nias khususnya masyarakat di Nias Selatan.

“Kami ikut mendoakan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah menjadi pemenang pada Pilgubsu 27 Juni 2018. Tari Perang ini adalah bentuk kesiapan kami ikut berjuang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat Desa Budaya Bawomataluo mengharapkan, saat terpilih nanti Edy Rahmayadi dapat membawa perubahan untuk Nias Selatan khususnya dalam hal pembangunan sarana infrastruktur dan juga pengembangan dunia kepariwisataan termasuk seni dan budaya.

Dikatakan Mowa Araw, bahwa total Penduduk di Desa Bawomataluo 1.272 Kepala Keluarga (KK) dengan total pendusuk 6.232 jiwa. Untuk di kawasan Desa Budaya terdapat 2.300 jiwa.

"Kami targetkan 60% - 70% persen Pak Edy menang di Nisel. Kami masyarakat Nisel hanya berharap Bapak Edy Rahmayadi setelah terpilih nanti tetap setia bersama kami. Kami tidak ingin seperti gubernur-gubernur sebelumnya dijumpai saja susah," ujarnya.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini