(Baca Juga: Edy Rahmayadi: Desa Budaya adalah Kekayaan Sumatera Utara)
Sejumlah pertunjukan pun disuguhkan dari atraksi Tari Perang (Faluaya) dan lompat batu. Bahkan Edy Rahmayadi dan Nawal Lubis turut menari bersama masyarakat meskipun hujan terus menguyur. “Ini (tari Faluaya) adalah kekayaan budaya Sumatera Utara, yang menjadikan daerah ini dan masyarakatnya bermartabat,” kata Edy.
Tari Faluaya, merupakan tarian yang memgerakan mengayunkan tombak dan pedang menggambarkan semangat dari para pejuang dalam mempertahankan kampung mereka dari serangan musuh. Tidak hanya itu saja, suara yang dikeluarkan oleh para penari juga merupakan ekspresi ketangkasan dan kepahlawanan para kesatria. Edy terlihat tak canggung mengikuti gerakan tarian perang itu.
Dalam kesempatan itu, Edy juga berterima kasih atas sambutan yang hangat yang diberikan masyarakat. "Semoga silaturahmi ini semakin memperkuat persaudaraan kita untuk mewujudkan Sumut Bermartabat. Pemimpin adalah teladan bagi masyarakatnya. Dan pemimpin itu harus bersedia kapan saja hadir untuk rakyatnya," ujar Edy.
Mewakili masyarakat salah seorang tokoh adat Desa Bawomataluo, Mowa Araw, mengatakan, Edy Rahmayadi diharapkan memberikan kebaikan untuk masyarakat di Kepulauan Nias khususnya masyarakat di Nias Selatan.