Sim, yang memulai perusahaannya delapan tahun lalu, mengatakan, paling tidak, perusahaan harus memberikan pekerja yang tinggal jauh dari pusat pemungutan suara 100 ringgit dan hari libur tambahan untuk memungkinkan mereka untuk memberikan suara mereka.
"Saya telah mendorong staf saya untuk mendaftar sebagai pemilih selama lima tahun terakhir dan berjanji untuk membantu mereka kembali memilih ketika sudah waktunya," kata Sim sebagaimana dilansir The Star, Rabu (11/4/2018).
BACA JUGA: Disetujui Sultan, PM Malaysia Resmi Bubarkan Parlemen
Banyak orang memuji perusahaan atas inisiatifnya, bahkan ada yang bahkan menawarkan untuk membeli produk dari perusahaannya. Beberapa pengguna Facebook mengatakan bahwa inisiatif Sim seharusnya menjadi contoh bagi perusahaan lainnya di Malaysia.
(Rahman Asmardika)