Image

Polisi Sudah Mengetahui Jejak Pelarian Bos Miras Oplosan di Bandung

CDB Yudistira, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 11:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 17 525 1887607 polisi-sudah-mengetahui-jejak-pelarian-bos-miras-oplosan-di-bandung-wioZ35BHXI.jpg Bos Miras Oplosan di Bandung, Syamsudin Simbolon yang Kini Diburu Polisi (foto: Ist)

BANDUNG - Polisi masih memburu Syamsudin Simbolon, yang merupakan bos produsen minuman keras (miras) yang menewaskan puluhan orang di Cicalengka, Kabupaten Bandung. Tim gabungan pun di turunkan, guna mencari bos miras tersebut.

"Yang jelas secara taktis, penyidik kita baik polres Bandung dan Dit Narkoba Polda Jabar, itu mengetahui keberadaannya, namun yang bersangkutan berpindah terus pelariannya gak mungkin menetap," ungkap Kabidhumas Polda Jabar AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko, saat di konfirmasi melalui sambungan telefonnya, Selasa (17/4/2018).

Korban Miras Oplosan di Cicalengka Bertambah Sebanyak 34 Orang Korban Miras Oplosan di Cicalengka (foto: Antara)

(Baca Juga: Polri Bakal Selidiki TPPU Bos Miras Oplosan di Bandung)

Truno mengatakan, dari hasil penyidikan tim gabungan, bos miras tersebut, berada di luar pulau Jawa, dalam pelariannya."Jejak terakhir adanya jelas memang informasi dari penyidik sudah keluar pulau Jawa. Tapi kita pantau, cara teknis yang tahu penyidik secara taktis kita teruslah DPO sudah kita sebar juga," katanya.

Dugaan kepolisian, Syamsudin tak lama berada di satu titik. Pria tersebut kerap berpindah-pindah dari titik satu ke titik lainnya.

"Pelariannya berpindah. Nah berpindahnya satu titik ke titik lain apakah di rumah saudaranya atau penginapan. Tapi saya rasa justru dia menghindar dari rumah saudara-saudaranya," tutur Truno.

Sementara itu, 3 orang yang diamankan yakni Hamciak Manik (istri Syamsudin) dan Julianto Silalahi dan Willy (pegawai), masih dalam pemeriksaan oleh pihak kepolisian. kata Truno, 3 orang yang sudah diamankan tersebut awalnya tidak kooperatif saat menjalani pemeriksaan.

"Awalnya tidak kooperatif dari mulai bunker ditemukan, sudah jelas dia ditetapkan tersangka. Tapi, kita baru ketahui seminggu kemudian. Ada ketidak kooperatifnya tidak sepenuhnya kooperatif lah," pungkasnya.

(Baca Juga: Korban Tewas Miras Oplosan di Jabar 61 Orang)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini