Ini Jejak Pelarian Bos Miras Oplosan

CDB Yudistira, Okezone · Rabu 18 April 2018 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 18 525 1888114 -9caB60NEJD.jpg Samsudin bos miras oplosan ditangkap polisi (Foto: Okezone)

Bandung - Pasca mengetahui sebanyak 34 orang tewas akibat menenggak miras produksinya, Samsudin Simbolon langsung angkat kaki dari Bandung, karena mengetahui dirinya akan diburu polisi. Dalam pelariannya tersebut, pria berpostur kecil dengan kepala plontos ini melakukan pelarian menggunakan jalur darat.

Dalam pelariannya tersebut, Samsudin dari Bandung menuju ke arah Banten yang kemudian nyeberang menggunakan kapal ferry menuju pulau Sumatera.

"Pernah ke Banten, Merak, Lampung, Pekanbaru, Palembang dan akhirnya ditangkap," ucap Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto, Rabu (18/4/2018).

Pelaku ini, lanjut Agung, melarikan diri melalui jalur darat. Dirinya berangkat dari Bandung menuju ke Banten. Dari Banten, ia menyebrang ke Lampung. Sampai di Lampung, ia kembali melakukan perjalanan menuju ke Pekanbaru.

"Di Pekanbaru menginap dua hari," kata Agung.

Setelah dari Pekanbaru, Samsudin kemudian berangkat lagi menuju ke Palembang. Hingga akhirnya, semalam sekitar pukul 01.00 WIB, ia ditangkap tim gabungan Dit Reskrimum, Dit Res Narkoba dan Polres Bandung di perbatasan Palembang - Jambi.

"Dia memang niatnya untuk kabur saja," katanya.

Seperti diketahui, Samsudin ditangkap tim gabungan Polda Jabar dan Polres Bandung. Ia ditangkap malam tadi pukul 01.00 WIB di perbatasan Sumatera Selatan (Sumsel) - Jambi setelah sepekan buron.

Wakapolri Komjen Pol Syafruddin mengapresiasi kerja tim Polda Jabar dan Polres Bandung Barat yang berhasil menangkap bos miras oplosan tersebut.

Syafruddin meminta agar pelaku dikenakan pasal yang paling berat karena telah mengakibatkan banyaknya korban jiwa yang meninggal dunia.

Jajarannya juga diminta menjerat Samsudin Simbolon dengan pasal pencucian uang (TPPU) dan menyita seluruh aset pelaku dari hasil penjualan miras oplosan.

Wakapolri juga menekankan agar jajaran Polri di seluruh Indonesia tetap terus melakukan operasi pemberantasan miras, sehingga pada bulan suci Ramadan, umat Islam bisa beribadah dengan tenang tanpa ada gangguan kriminal akibat meminum miras.

Hal tersebut sesuai dengan ultimatum Wakapolri sebelumnya yang menegaskan bahwa para Kapolda dan Kapolres akan dicopot dari jabatannya jika di wilayah hukumnya masih ditemukan adanya peredaran miras oplosan saat Ramadan.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini