Buah Semangka Diduga Mengandung Formalin Ditemukan di Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Jum'at 20 April 2018 18:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 20 338 1889444 buah-semangka-diduga-mengandung-formalin-ditemukan-di-bogor-1394E62HHs.jpg Buah semangka berbuih diduga zat berbahaya (Foto: Putra Ramadhani/Okezone)

BOGOR - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor menemukan buah semangka yang diduga mengandung zat pengawet dan pewarna berbahaya di Kota Bogor, Jawa Barat.

Kabid Tertib Niaga Disperindag Kota Bogor Mangahit Sinaga mengatakan, temuan tersebut berawal dari laporan warga yang membeli buah semangka dari salah satu pasar modern di Kota Bogor pagi tadi.

"Awalnya ada warga yamg curiga setelah semangka ini mengeluarkan buih busa yang banyak. Kemudian warga itu lapor ke pihak pedagang dan dilanjutkan ke kami," katanya, kepada Okezone, Jumat (20/4/2018).

 (Baca: Disperindag Kota Bogor Sita 100 Dus Ikan Makarel Mengandung Cacing)

buah

(Buah semangka yang diduga mengandung zat berbahaya (Foto: Putra/Okezone)

Dari laporan tersebut, pihaknya mendatangi lokasi dan mengambil sampel untuk diteliti. Ketika diperiksa secara kasat mata, buah semangka itu memang mengeluarkan buih yang banyak dari berbagai sisi.

"Ini kita ambil buah yang berbeda dari yang dilaporkan tetapi dari tempat yang sama. Secara kasat mata memang ada buih atau gelembung-gelembung yang banyak ketika semangka ini dibelah," jelasnya.

Selain itu, warna di sisi buah semangka bagian dalam nampak pucat dan cenderung berbeda dari semangka pada umumnya. Pihaknya menduga semangka tersebut mengandung zat pengawet berbahaya seperti formalin.

"Kalau dilihat, indikasinya mengandung pengawet berbahaya seperti formalin atau mungkin saja mengandung mikroba. Warna merahnya juga tidak merata ini juga indikasi ada pewarna," paparnya.

 buih

(Semangka tampak ada buih warna putih yang diduga zat berbahaya (Foto: Putra Astyawan/Okezone)

 (Baca juga: DPR Sebut Pengawasan BPOM Lemah Soal Ikan Kaleng Bercacing)

Mangahit menambahkan, sekilas sulit membedakan antara semangka yang baik dan semangka yang diduga mengandung pengawet atau pewarna. Namun, terdapat ciri-ciri yang bisa dilihat secara kasat mata seperti tekstur kulit maupun daging buah dan warna.

"Sulit butuh penelitian atau dibawa ke laboratorium. Tapi secara kasat mata kalau kulitnya agak lembek, warna tidak rata, kemudian dagingnya kita remas dengan tangan dan dicuci merahnya tidak hilang patut dicurigai. Satu lagi semangka yang disemutin itu juga indikasi pakai pemanis," tambah Mangahit.

Untuk itu, sampel buah semangka diduga berbahaya itu dibawa ke laboratorium kesehatan daerah untuk diperiksa. Pihaknya pun sudah memanggil pengelola toko dan penyalur untuk dimintai keterangan.

"Kita uji lab dulu, mungkin hasilnya keluar Senin besok. Kami sudah mintai keterangan pihak toko dan penyalurnya terkait temuan ini. Kami juga himbau agar masyarakat lebih teliti memilih buah," tandasnya.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini