nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menangi Pemilu Malaysia, Mahathir Mohamad Akan Dilantik Sebagai Perdana Menteri Tertua di Dunia

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 10 Mei 2018 10:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 10 18 1896622 menangi-pemilu-malaysia-mahathir-mohamad-akan-dilantik-sebagai-kepala-negara-tertua-di-dunia-kgqJiuwhZ6.jpg Mahathir Mohamad (tgh) dalam konferensi pers pemilihan umum di Petaling Jaya, Malaysia, 9 Mei 2018. (Foto: Reuters)

KUALA LUMPUR – Mahathir Mohamad akan diambil sumpahnya sebagai perdana menteri Malaysia, sekaligus menjadi pemimpin negara yang dipilih rakyat tertua di dunia pada Kamis, 10 Mei setelah kemenangan kubu oposisi dalam pemilihan umum Malaysia kemarin. Kemenangan oposisi itu mengakhiri dominasi aliansi Barisan Nasional dalam perpolitikan Malaysia yang telah berkuasa selama enam dekade.

Reuters, Kamis (10/5/2018) mewartakan, Kelompok oposisi Pakatan Harapan yang dipimpin oleh Mahathir Mohamad meraih kemenangan telak atas aliansi Barisan Nasional pimpinan Najib Razak. Hasil resmi pemilihan umum menunjukkan Pakatan Harapan mendapatkan 113 dari 222 kursi di parlemen, sementara Barisan Nasional yang dipimpin Najib Razak hanya mampu menguasai 79 kursi.

BACA JUGA: Empat Keunikan Pemilihan Umum Malaysia

Mahathir tampak gembira saat muncul dalam konferensi pers untuk mengumumkan kemenangannya, sementara Najib Razak sama sekali belum muncul sejak hasil resmi pemungutan suara diumumkan.

Raja Malaysia akan menandatangani surat penunjukan Mahathir sebagai perdana menteri dalam upacara yang digelar di Istana Kerajaan di Kuala Lumpur hari ini.

Pria berusia 92 tahun itu berjanji untuk mengembalikan pajak barang dan jasa yang diterapkan Najib pada awal masa jabatannya dan mengkaji ulang investasi asing di Malaysia. Dia juga dilaporkan akan mengambil kebijakan mengenai subsidi bahan bakar.

BACA JUGA: Jika Menang Pemilu Malaysia, Mahathir Jadi Kepala Negara Tertua di Dunia

Banyak pihak menilai kekalahan Najib Razak dari mantan mentornya itu tidak lepas dari pengaruh skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang membuat popularitas Najib jatuh secara signifikan. Skandal yang pertama kali dilaporkan oleh media Amerika Serikat, Wall Street Journal itu saat ini dalam penyelidikan di enam negara, meski pengadilan Malaysia telah menyatakan Najib tidak bersalah.

Setelah kemenangan ini, Mahathir akan memimpin sebuah aliansi yang beranggotakan empat partai dan akan berusaha membuka jalan bagi mantan seteru politiknya yang saat ini berada di penjara, Anwar Ibrahim untuk menjadi perdana menteri berikutnya. Dia mengakui hal itu tidak akan mudah.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini