Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kim Jong-Un: Bukan 'Putra Mahkota' Tapi Akhirnya Menjadi Pemimpin Korea Utara

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Selasa, 05 Juni 2018 |09:38 WIB
Kim Jong-Un: Bukan 'Putra Mahkota' Tapi Akhirnya Menjadi Pemimpin Korea Utara
Kim Jong-un dan Kim Jong-il. (Foto: Reuters)
A
A
A

Seperti keluarga kerajaan abad pertengahan, rezim Kim iri terhadap kekuasaan musuh-musuhnya di dunia.

Dan seperti banyak keluarga kerajaan lainnya, mereka kadang-kadang membunuh untuk melindungi posisi mereka.

Saudara laki-lakinya

Pada tanggal 12 Februari 2017, sekelompok orang berkumpul di sebuah rumah makan di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur. Mereka datang untuk merayakan ulang tahun ke-25 perempuan Indonesia, Siti Aisyah. Video yang direkam dengan telepon genggam milik salah seorang temannya memperlihatkan Siti sedang tertawa, meniup lilin dan bernyanyi.

Dalam kesempatan ini, Siti Aisyah menyampaikan kabar gembira kepada teman-temannya bahwa ia mendapatkan pekerjaan pada sebuah acara realita TV. Akhirnya dia dapat keluar dari tempat permandian nista Kuala Lumpur. Teman-temannya bersulang, "Kamu akan menjadi bintang!"

Pagi berikutnya di bandara Kuala Lumpur, Siti Aisyah melihat sasarannya, seorang pria botak, memakai kaos biru dan jaket sport. Saat dia mendekati bagian check-in Siti mendekat dan menyiram mukanya.

"Apa yang kau lakukan?" katanya dengan bahasa Inggris yang terpatah-patah.

"Maaf," kata Siti yang segera melarikan diri.

Berdasarkan penuturannya - yang membuatnya didakwa melakukan pembunuhan oleh pemerintah Malaysia - ini semua hanyalah olok-olok atau lucu-lucuan untuk acara TV.

Di sebuah kafe, hanya berjarak beberapa meter, duduk sekelompok agen Korea Utara. Mereka sepertinya puas karena misi mereka telah rampung. Rekaman CCTV memperlihatkan mereka berjalan ke gerbang keberangkatan dan menaiki penerbangan ke Dubai.

Pria gemuk tersebut mulai merasa tidak enak. Wajahnya gatal dan sulit bernafas. Dalam beberapa menit kemudian dia pingsan di kursi. Staf bandara memanggil ambulans.

Sementara kendaraan itu dikemudikan dengan cepat menembus Kuala Lumpur, paru-parunya dipenuhi larutan dan dia meninggal dunia.

Paspor pria ini menyebutkannya sebagai diplomat Korea Utara bernama Kim Chul. Pria yang meninggal itu sebenarnya adalah Kim Jong-nam, kakak tiri Kim Jong-un.

Kim Jong-nam meninggal karena VX, racun syaraf yang sangat kuat. Sebutir pasir saja dari racun ini sudah cukup untuk membunuh seseorang.

Yang dialaminya adalah pembunuhan yang kurang ajar - meskipun Korea Utara menyangkal terlibat - semua bukti sepertinya mengarah kepada adik tirinya di Pyongyang. Tetapi apa motifnya?

Ayah mereka, Kim Jong-il, memiliki kehidupan percintaan yang rumit. Dia memiliki dua istri resmi dan paling tidak tiga simpanan. Kim Jong-il menjadi ayah lima anak. Kim Jong-nam adalah anak dari selir pertama Song Hye-rim.

Kim Jong-un adalah anak laki-laki termuda dari selir kedua Ko Yong-hui, mantan aktris kelahiran Jepang. Kim Jong-il merahasiakan semua selir dan anak-anak mereka. Mereka hidup di villa rahasia, terpisah dari masing-masing. Meskipun memiliki ayah yang sama, Kim Jong-nam dan Kim Jong-un tidak pernah bertemu.

Sebagai anak laki-laki tertua, Kim Jong-nam sejak lama dipandang sebagai orang yang berpeluang besar menjadi pengganti Kim Jong-il. Tetapi pada tahun 2001, dia ditangkap karena berusaha memasuki Jepang dengan menggunakan paspor palsu. Dia berencana mengunjungi Disneyland Tokyo.

'Putra mahkota' Korea Utara itu terekam dalam video, digiring ke pesawat dan dideportasi. Bagi ayahnya, ini adalah sebuah penghinaan yang tidak bisa dimaafkan. Kim Jong-nam dicabut dari daftar penerus dan diasingkan ke Cina. Tapi, benarkah seperti ini alur ceritanya?

Pertanyaan ini layak diajukan karena episode ini bukan menggambarkan keseluruhan cerita.

Wartawan Jepang Yoji Gomi adalah satu dari segelintir orang yang mengenal dekat Kim Jong-nam. Ia beberapa kali bertemu dengan Kim Jong-nam di Beijing dan Makao. Dari penuturan Gomi kita tahu kehidupan Kim Jong-nam, meski tidak secara utuh.

"Kim Jong-nam dikeluarkan dari daftar suksesi sebelum peristiwa Disneyland Tokyo," kata Gomi kepada saya.

Gomi mengatakan keretakan hubungan dimulai setelah Kim Jong-nam kembali dari sekolah asrama di Swiss pada akhir tahun 1980-an. Pengalaman hidup di Eropa selama sembilan tahun sangat mempengaruhinya.

Di tahun 1990-an, Korea Utara mengalami kelaparan parah yang dinamakan "mars kesulitan". Keruntuhan dukungan ekonomi setelah berakhirnya Uni Soviet, dan sejumlah banjir parah, membuat negara itu tak memiliki persediaan pangan yang mencukupi. Dalam empat tahun, sekitar satu sampai empat juta orang meninggal karena penyakit dan kekurangan gizi.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement