Kaum Gipsi pun akhirnya disasar juga. Seperti penduduk Yahudi Italia, mereka mengalami penahanan dan deportasi ke kamp-kamp konsentrasi Nazi.
Puluhan ribu orang Gipsi, juga dikenal melalui istilah yang menghinakan yaitu "Zingari", tinggal di seantero Italia, banyak di antaranya hidup di kawasan kumuh di pinggiran kota-kota besar.
Bagi banyak orang Italia, sensus terhadap komunitas Gipsi seharusnya sudah dilakukan sejak lama.

Di Porta Portese, pasar paling ikonik di kota Roma, sulit untuk menemukan orang yang bisa berbicara hal positif berkaitan dengan orang Gipsi.
"Mereka itu maling," kata seorang pemilik warung kepada saya. "Baru kemarin, beberapa orang Gipsi mencoba mencuri mobil saya! Saya berharap Salvini bisa mengenyahkan mereka."
Banyak orang Italia memang sangat jengkel pada para pencopet dan pencuri dari komunitas ini. Namun, sebagian orang Gipsi itu berkilah, mereka tidak punya pilihan lain.
"Sebagian dari kami akhirnya terpaksa mencuri demi bisa bertahan hidup," ungkap Giordana Sulemanovic. Dia datang ke Italia melalui Bosnia. Dia adalah seorang pengangguran dan memiliki 11 anak.
"Jika kami tidak punya pekerjaan dan negara tidak memperdulikan kami - apa yang bisa kami harapkan? Jika kami mencuri, kami melakukannya hanya agar bisa membawa setangkup roti untuk keluarga."
Sumber Associazione 21 Luglio/Pew Research Center menyebutkan, data Komunitas Gipsi Italia yakni, populasi sekira 120.000-180.000, dan 26.000 di antaranya hidup di pemukiman sosial yang kumuh atau yang tak berizin. Di mana, 55% berusia di bawah 18 tahun, 82% dari warga Italia memiliki pandangan negatif terhadap orang Gipsi, dan kejadian pidana atau ujaran kebencian terhadap warga Gipsi rutin terjadi