Setengah jam dari pasar Porta Portese terletak kamp berdebu River Village. Sekira 400 orang Roma tinggal di sini, secara ilegal, di pinggiran masyarakat.
Mereka tidur di karavan yang sempit, tidur menumpuk di atas yang lain. Biasanya delapan orang berbagi satu karavan, yang hanya dapat memuat dua tempat tidur.
Mereka hanya bisa makan di luar, karena tidak memiliki ruang di dalamnya. Kaum Gipsi aslinya berasal dari India. Mereka pertama kali datang ke Italia pada abad ke 14, jadi kebanyakan dari mereka yang berada di kamp ini lahir di Roma dan mereka berbicara bahasa gaul khas kota ini, dan tidak mengerti perlunya sensus.
"Salvini membuat semua orang berubah melawan kami - dan hal tersebut tidak sulit untuk ia lakukan, karena banyak orang Italia yang rasis," kata Zanepa saat dia mencoba mencari perlindungan dari hujan lebat.
"Orang-orang mengatakan dia seperti Hitler. Dia membenci kaum Gipsi, dia membenci migran, orang kulit hitam. Tak lama lagi, dia akan mengejar orang Yahudi. Dan kemudian, siapa lagi? Dia mungkin juga akan menempatkan kami semua ke dalam oven dan membakar kami hidup-hidup, layaknya Hitler."
Meningkatnya popularitas Salvini
Pada kenyataannya, pendaftaran komunitas Gipsi sangat tidak mungkin terjadi. Itu akan melanggar konstitusi Italia, yang disetujui pada tahun 1947 setelah kejatuhan kediktatoran fasis. Karena bekas luka yang dalam yang ditinggalkan oleh hukum Mussolini, statistik etnis-ras belum pernah diizinkan di Italia sejak saat itu.
Lantas mengapa Matteo Salvini mengajukan hal tersebut?
"Apa yang Salvini pedulikan adalah bagaimana membuat orang Italia merasa seperti terlindungi olehnya." kata Maurizio Molinari, pemimpin redaksi salah satu surat kabar utama Italia, La Stampa.
"Secara politik, itu adalah langkah yang sangat cerdas. Itu adalah cara bagi Salvini untuk menyebarkan pesan bahwa dia melindungi orang Italia dari kaum Gipsi, dari migran, dari semua orang yang berbeda dari mereka."
Meskipun sensusnya tidak mungkin untuk dilanjutkan, ide-idenya memiliki efek. Dukungan untuk partai sayap kanan Menteri Salvini terus meningkat.
Partai Lega telah melonjak dari 17,5% dalam pemilihan umum pada bulan Maret menjadi 28% dalam jajak pendapat terbaru. Dan itu membuat keuntungan besar dalam pemilihan lokal pada akhir pekan lalu.
Tetapi banyak orang Italia merasa tidak nyaman dengan pesan anti-Gipsi tersebut. Di salah satu lingkungan termiskin kota Roma, Tor Bella Monaca, sebuah kamp musim panas telah dibangun untuk anak-anak Gipsi dan non-Gipsi bermain bersama.
Mereka melakukan seni teater, tari kreasi breakdance dan melukis wajah. Bagi Nedzad, seorang Gipsi berumur 26 tahun, mendidik anak-anak dari usia dini adalah kunci untuk memberantas ketidakpercayaan terhadap sesama.
Dia khawatir tentang kebencian yang telah dia alami dan menuduh Matteo Salvini mengeksploitasi rasa frustrasi akan tingkat pengangguran yang tinggi demi keuntungan politik.
"Dengan banyaknya keluarga Italia yang berjuang untuk dapat bertahan hidup, sangat mudah untuk mulai menyalahkan kaum Gipsi, atau migran, dan berpikir bahwa mereka mencuri pekerjaan Anda sehingga akan lebih baik apabila hidup tanpa mereka."
Dan dia percaya nantinya semua hal akan menjadi lebih butuk bagi kaum Gipsi Italia sebelum akhirnya menjadi lebih baik.
(Arief Setyadi )