Najib Razak Hari Ini Hadapi Dakwaan di Pengadilan Kuala Lumpur terkait Kasus 1MDB

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Rabu 04 Juli 2018 07:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 04 18 1917577 najib-razak-hari-ini-hadapi-dakwaan-di-pengadilan-kuala-lumpur-terkait-kasus-1mdb-aRSazm3kYx.jpg Mantan PM Malaysia, Najib Razak. (Foto: AFP)

KUALA LUMPUR – Mantan perdana menteri Malaysia, Najib Razak, ditahan oleh badan antikorupsi terkait terkait kasus dugaan korupsi lembaga investasi negara 1MDB. Najib dituduh terlibat dugaan korupsi hampir Rp64 triliun dan akan dikenai dakwaan pada pagi ini, Rabu 4 Juli 2018, di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur.

Najib sendiri diketahui kalah dalam Pemilihan Umum Malaysia 2018 pada Mei lalu setelah partai koalisi oposisi menang dan mantan PM Mahathir Mohamad kembali berkuasa.

Berdasarkan pernyataan Satuan Tugas 1MDB yang dibentuk PM Mahathir Mohamad, Najib ditahan Selasa 3 Juli sekira pukul 14.35 waktu setempat (13.35 WIB) di kediamannya terkait masalah SRC, cabang 1MDB.

Badan antikorupsi Malaysia melakukan penyitaan dalam beberapa minggu terakhir ini di sejumlah properti yang dikaitkan dengan Najib.

Para penyelidik menyita sejumlah barang mewah bernilai lebih dari Rp3,8 triliun di rumahnya. Termasuk di antaranya adalah lebih dari 12.000 perhiasan milik istrinya, Rosmah Mansor.

"Keluarga Najib Razak tetap mempertahankan bahwa penyitaan oleh polisi adalah sebagian besar pemberian dari teman, tamu asing, termasuk tamu kerajaan kunjungan resmi, serta juga acara keluarga seperti pesta ulang tahun, peringatan, pernikahan, dan pertunangan," kata Najib melalui akun Facebook dan Twitter miliknya, sebagaimana dikutip, Rabu (4/7/2018).

Sebelumnya pada Selasa 3 Juli, penyelidik memintai keterangan produser film Hollywood, Riza Aziz, anak laki-laki tiri Najib, yang membuat film 'Wolf of Wall Street' yang sempat dicalonkan mendapatkan penghargaan Oscar.

Riza tiba di kantor MACC didampingi pengacaranya, K Kumaraendran. Sejumlah laporan media menyebutkan perusahaan yang berkantor di Amerika Serikat, Red Granite, terkait dengan dana yang diselewengkan dari 1MDB.

Riza telah menyangkal tuduhan Kementerian Kehakiman AS terkait dengan penerimaan dana tersebut. Istri Najib, Rosmah Mansor, juga telah diperiksa komisi anti korupsi Malaysia.

Skandal Korupsi

Najib sendiri berulang kali menyanggah turuhan korupsi dan dinyatakan bersih oleh pihak berwenang Malaysia saat ia masih berkuasa. Namun, Najib juga tengah diperiksan oleh sejumlah negara. Ia dilarang meninggalkan Malaysia.

Badan 1MDB dibentuk Najib pada 2009 dan ditujukan untuk menjadikan Kuala Lumpur sebagai salah satu pusat finansial untuk meningkatkan investasi pemerintah. Tetapi, badan ini mulai menarik perhatian negatif pada awal 2015 setelah tidak bisa membayar utang ke bank dan instansi lain.

Wall Street Journal kemudian melaporkan bahwa media itu melihat dokumen yang melacak aliran dana USD700 juta ke rekening pribadi Najib. Najib tetap menyanggah menyalahgunakan dana 1MDB atau dana publik lainnya.

Penanganan kasus korupsi di 1MDB yang diduga melibatkan Najib makin intensif, sejak Mahathir Mohamad secara mengejutkan menang pemilu, menumbangkan pemerintahan pimpinan Najib Razak.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini