nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tolak Pengawalan, Presiden Meksiko Minta Perlindungan dari Rakyat

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 04 Juli 2018 16:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 04 18 1917802 tolak-pengawalan-presiden-meksiko-minta-perlindungan-dari-rakyat-1pAtN0eaFQ.jpg Andres Manuel Lopez Obrador. (Foto: Reuters)

MEXICO CITY – Presiden terpilih Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador tampaknya akan benar-benar berusaha merealisasikan janjinya untuk membawa perubahan drastis di negara Amerika Selatan itu. Hal itu tampak dari pendekatannya yang sangat berbeda dari presiden-presiden sebelumnya dalam pengamanan diri dan gaya hidup.

Muncul dari Istana Negara pada Selasa waktu setempat, Presiden Obrador tampak duduk di bangku penumpang depan mobil Volkswagen Jetta. Dia melambaikan tangan kepada ratusan pendukung yang menunggunya, sama sekali tanpa pengawalan bodyguard.

BACA JUGA: Andres Manuel Obrador, "Donald Trump"-nya Meksiko Raih Kemenangan dalam Pilpres

Rencananya untuk melakukan perjalanan tanpa kehadiran pengawal bersenjata telah memunculkan kekhawatiran dari sejumlah kalangan, terutama karena tingkat kekerasan di Meksiko saat ini merupakan yang tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Namun, Obrador mengatakan, dirinya tidak takut dan tak memerlukan pengawal.

“Rakyat akan melindungi saya. Dia yang berjuang untuk keadilan tidak perlu takut pada apa pun,” kata Obrador setelah bertemu dengan Presiden Enrique Pena Nieto sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (4/7/2018).

"Kalian semua akan mengawasi saya," ujarnya dalam konferensi pers yang dipenuhi para jurnalis.

Namun, sejumlah kalangan tampaknya tidak yakin dengan pendekatan tersebut dan bertanya apakah Obrador akan mengubah strateginya. Dia diyakini perlu mengambil kompromi terkait berbagai hal saat menjabat sebagai orang nomor satu di Negeri Sombrero.

"Dia harus memahami risikonya, dan begitu dia terpilih, dia tidak berhutang pada dirinya sendiri, tetapi kepada negara," kata Profesor Administrasi Publik di Colegio de la Frontera Norte, di Tijuana.

Upaya untuk dekat dengan rakyat dan menanggalkan semua fasilitas kekuasaan yang akan diperolehnya tampaknya menjadi strategi yang akan diambil Obrador.

BACA JUGA: 133 Politisi dan Seorang Wartawan Meksiko Dibunuh Menjelang Pemilu

Pria kelahiran Tabasco itu sebelumnya telah berjanji untuk menggunakan rumah dinasnya sebagai pusat seni, tinggal di rumah rakyat kalangan menengah serta menerima pemotongan gaji. Strategi pendekatan ini juga telah dilakukannya selama dua tahun masa kampanye dan membawanya ke daerah-daerah paling berbahaya di Meksiko.

Obrador yang juga berjanji untuk memberantas praktik korupsi dan kekerasan yang menjangkiti Meksiko akan diambil sumpahnya dalam upacara inagurasi pada 1 Desember mendatang. Dia akan menghadapi tantangan yang berat untuk merealisasikan janji-janji tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini