Pengacara: Siti Aisyah Dapatkan Perlakuan "Istimewa" dari Polisi Malaysia

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 18:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 11 18 1921025 pengacara-siti-aisyah-dapatkan-perlakuan-istimewa-dari-polisi-malaysia-jalve5H8DZ.jpg Siti Aisyah dituduh membunuh Kim Jong-nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017. (Foto: Reuters)

PENGACARA dari tersangka pembunuhan warga Korea Utara (Korut) asal Indonesia, Siti Aisyah mengatakan kliennya mendapat perlakuan yang baik selama ditahan oleh kepolisian Malaysia. Bahkan menurut Gooi Soon Seng, perlakuan yang diterima Siti Aisyah dapat disebut sedikit “istimewa”.

“Saya harus katakan bahwa Siti Aisyah beruntung, karena selama bertahun-tahun jika seseorang dituntut dengan pembunuhan, mereka tidak mendapatkan fasilitas seperti yang dia (Siti Aisyah) nikmati,” kata Gooi.

BACA JUGA: Sidang Pembunuhan Kim Jong-nam Masuki Babak Penentuan Bulan Depan

Sebagaimana diketahui, Siti Aisyah dan warga negara Vietnam, Doan Thi Huong menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan warga Korea Utara, Kim Jong-nam di Bandara Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017.

“Pada dasarnya dalam sebagian besar kasus mereka ditempatkan bersama tahanan lainnya di tempat yang penuh dan Anda tidak akan mendapatkan banyak fasilitas. Di sini dia (Siti Aisyah) ditempatkan di sel sendiri.”

Menurut Gooi, perlakuan yang diterima Siti Aisyah tersebut berhubungan dengan besarnya kasus yang sedang dia hadapi. Kim Jong-nam yang menjadi korban pembunuhan di KLIA adalah saudara tiri dari Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un. Kasus ini mendapat perhatian dari tidak hanya Indonesia dan Vietnam, negara asal kedua tersangka, tetapi juga dunia internasional.

BACA JUGA: Saksi Sebut Empat Nama Tersangka Lain Pembunuh Kim Jong-nam

“Saya pikir mereka melakukan hal ini karena mereka tahu semuanya mengawasi mereka,” jelasnya.

Dalam kasus ini, polisi juga terlihat melindungi Siti Aisyah dan Doan dari ancaman terhadap nyawa mereka. Keduanya tampak beberapa kali dibawa ke persidangan dengan pengawalan ketat dan rompi anti peluru untuk melindungi mereka dari upaya pembunuhan. Sesuatu yang jarang sekali dilakukan kepada tersangka kasus biasa.

“Dia bahkan sempat menikmati ayam goreng Kentucky dan cola,” kata Gooi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini