LOMBOK UTARA - Warga Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada dekat dengan episentrum guncangan gempa menduga masih banyak korban yang terjebak dalam reruntuhan rumah.
"Ada teman saya, rumahnya itu ambruk sampai masuk dalam retakan tanah, sampai sekarang masih terjebak di sana," kata Johri, warga Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, saat ditemui Antara, Jumat (10/8/2018).
Rekannya itu, kata dia, tinggal di Dusun Tampes, Desa Selengan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, sekitar 10 kilometer ke arah Selatan dari Puskesmas Bayan.
Lokasi rumahnya berada sekitar 15 kilometer dari bibir Sungai Tampes. Namun di antara rumah dengan bibir sungai, lanjutnya, kini terdapat retakan tanah yang dalam disebabkan gempa berkekuatan 7 skala Richter (SR) pada Minggu (5/8) malam.
