Terkait kondisi ini, pemerintah mengharapkan pengertian masyarakat pengguna jasa KRL atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan hingga penyelesaian Pembangunan Stasiun Manggarai sebagai Stasiun Central modern. Maka itu, pemerintah bersama PT KAI DAOP I serta operator KRL PT KCI mengimbau kepada masyarakat untuk dapat menyesuaikan waktu perjalanan ketika menggunakan KRL, terutama pada lintas Bogor Line.
Eva melanjutkan, dengan kondisi tersebut, para pengguna KRL, khususnya lintas Bogor–Jakarta Kota/Angke/Kampung Bandan/Jatinegara dan sebaliknya agar mengatur kembali perjalanannya dengan memilih keberangkatan lebih awal karena kemungkinan terjadi perpanjangan waktu perjalanan 5–10 menit, khususnya saat akan melintas di Manggarai.
"Pengguna yang transit di Stasiun Manggarai juga diharapkan selalu mendengarkan imbauan petugas terkait informasi perpindahan jalur 6 dan 7 yang tidak dioperasionalkan lagi dan berpindah ke jalur 8 dan 10 untuk KRL tujuan Bogor," jelas Eva.
Ia menambahkan, guna mengantisipasi pelayanan penumpang dan pengoperasian kereta di Stasiun Manggarai, PT KCI akan menambah sejumlah petugas pengamanan dan pelayanan serta melakukan koordinasi bersama PT KAI Daop 1 untuk mengoptimalkan pengaturan perpindahan penumpang dari dan ke jalur 8 dan 10 (passangers crossing) serta akan terus melakukan evaluasi pengaturan perjalanan KA selama proses ini berlangsung.
Ketika pembangunan Stasiun Manggarai telah selesai, maka terjadi pemisahan jalur kereta api, yaitu antara kereta api jarak jauh, kereta api komuter Jabodetabek dan kereta api bandara.