
Berdasarkan pengamatan lapangan dan pemetaan detail, di lokasi memperlihatkan adanya deformasi di permukaan atau sesar permukaan, dan retakan tanah yang mengakibatkan kerusakan jalan dan bangunan.
Sesar permukaan baru pun ditemukan di Desa Sambil Bengkol, Desa Kayangan, dan Desa Selengan. "Tim tanggap darurat Badan Geologi menyebut sesar permukaan ini sebagai Sesar Naik Lombok Utara berarah barat-timur yang membentu suatu zona sesar dengan sebaran utara-selatan," tuturnya.
"Sesai Naik Lombok Utara ini diperkirakan berasosiasi dengan Sesar Naik Busur Belakang Flores yang hingga kini diidentifikasi sebarannya di Laut Flores sebelah utara Pulau Lombok, Sumbawa, Flores, hingga Wetar. Sesar permukaan ini yang menyebabkan kerusakan parah daerah yang dilaluinya," jelas Kasbani.
