nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korsel Umumkan Peringatan Pertama "Hari Wanita Penghibur"

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 14 Agustus 2018 11:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 14 18 1936231 korsel-umumkan-peringatan-pertama-hari-wanita-penghibur-niRgDYUCVQ.jpg Patung wanita penghibur di depan Kedutaan Besar Jepang di Seoul. (Foto: Reuters)

SEOUL – Pemerintah Korea Selatan berencana untuk mengumumkan sebuah monumen baru sebagai bagian dari hari pertama peringatan penggunaan “perempuan penghibur” oleh tentara Jepang semasa perang. “Perempuan penghibur” atau “jugun ianfu” adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada para wanita yang menjadi korban perbudakan seks selama Perang Dunia II di wilayah pendudukan Jepang.

Reuters, Selasa (14/8/2018) mewartakan, upacara yang menandai hari pertama "Peringatan untuk ‘Wanita Penghibur’ Korban dari Pasukan Jepang" itu mengancam akan memperburuk masalah diplomatik sensitif antara Korea Selatan dengan Jepang.

BACA JUGA: Protes Patung Jugun Ianfu, Jepang Tarik Dubes dari Korsel

Pihak Jepang mengatakan, masalah “jugun ianfu” dengan Korea Selatan telah diselesaikan melalui perjanjian pada tahun 2015 yang disepakati dengan pemerintah Korea Selatan sebelumnya. Melalui perjanjian itu, Jepang menyampaikan permintaan maaf kepada para korban dan memberikan dana sebesar 1 miliar yen untuk membantu mereka.

Namun, Pemerintahan Presiden Moon Jae-in menggarisbawahi masalah emosional dan menuntut Jepang untuk melakukan lebih banyak untuk para korban. Jepang telah menyatakan tidak bersedia untuk melakukan negosiasi ulang terkait kesepakatan yang telah disetujui sebelumnya.

Pada Maret, Moon Jae-in menggambarkan penggunaan wanita penghibur oleh tentara Jepang pada masa perang sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan", sementara Sekretaris Kabinet Kepala Jepang Yoshihide Suga yang menyebut pernyataan Moon sebagai sesuatu yang "sangat disesalkan".

BACA JUGA: Rayakan Perlawanan terhadap Jepang, Presiden Korsel Singgung Wanita Penghibur

Isu jugun ianfu terus menjadi penyebab pertikaian antara Jepang dan negara tetangganya China, Korea Utara dan Korea Selatan sejak perang. Dua negara di Semenanjung Korea pernah diduduki Jepang dari 1910 sampai 1945, sedangkan sebagian China juga diduduki sebelum sampai sesudah Perang Dunia II.

Jepang mengatakan masalah ganti rugi bagi para jugun ianfu diselesaikan berdasarkan perjanjian 1965. Tokyo mengatakan bahwa pada 2015, Jepang setuju untuk menyediakan dana untuk membantu mereka menyembuhkan "luka psikologis".

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini