nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PBB Kecam Serangan Koalisi Pimpinan Arab Saudi yang Tewaskan 22 Anak-Anak di Yaman

Agregasi VOA, Jurnalis · Sabtu 25 Agustus 2018 21:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 25 18 1941403 pbb-kecam-serangan-koalisi-pimpinan-arab-saudi-yang-tewaskan-22-anak-anak-di-yaman-ncfe5OlbIQ.jpg Seorang anak Yaman menjadi korban bom koalisi pimpinan Arab Saudi. Foto: Okezone/Reuters

SEORANG pejabat senior PBB mengecam serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman yang telah menewaskan sedikitnya 22 bocah dan empat perempuan.

Para korban telah melarikan diri dari lokasi pertempuran di distrik al-Durayhimi, di wilayah selatan kota pelabuhan Hudaydah, ketika kendaraan mereka kemudian dihantam roket pada Kamis.

Dan dalam serangan udara terpisah, pada hari yang sama, telah menewaskan empat bocah, demikian menurut Kepala kemanusiaan PBB, Mark Lowcock.

Insiden ini terjadi beberapa pekan setelah serangan terhadap bus yang menewaskan lebih dari 40 anak-anak di dalamnya.

Koalisi pimpinan Arab Saudi, yang menyokong pemerintah Yaman dalam perang dengan kelompok pemberontak Houthi, belum mengomentari serangan mematikan terakhir ini.

Namun demikian, Arab Saudi dalam menanggapi pemberitaan tentang serangan bus mematikan di Saada awal bulan ini, mengatakan bahwa tindakan mereka "sah".

Arab Saudi bersikeras bahwa mereka tidak pernah sengaja menargetkan warga sipil, tetapi kelompok hak asasi manusia menuduh negara itu melakukan serangan bom di pasar, sekolah, rumah sakit dan wilayah pemukiman.

Apa yang terjadi di Hudaydah?

Laporan pertama serangan di Hudaydah muncul di media milik kelompok pemberontak Houthi, yang menggambarkan kondisi yang dikatakan sebagai korban serangan pada Kamis malam.

Pernyataan Lowcock pada Jumat menegaskan bahwa para korban adalah orang-orang yang melarikan diri dari pertempuran di sekitar kota pelabuhan yang dikuasai kelompok pemberontak Hudaydah.

Dia kemudian memperbarui seruannya agar dilakukan investigasi independen terhadap serangan udara tersebut.

Sebuah laporan oleh Human Rights Watch pada hari yang sama juga menuduh koalisi pimpinan Saudi gagal melakukan penyelidikan "terpercaya" terhadap insiden semacam itu.

Serangan ini juga dikutuk oleh Unicef, Save the Children dan organisasi internasional lainnya.

Pada Juni lalu, pasukan yang didukung Arab Saudi melancarkan operasi militer untuk merebut kembali Hudaydah, di tengah peringatan dari berbagai lembaga kemanusiaan internasional tentang dampak serangan itu bagi kemanusiaan.

Pelabuhan tersebut merupakan titik masuk utama bagi bantuan kemnausiaan bagi wilayah Yaman yang dikuasai kelompok pemberontak.

Apa yang terjadi pada serangan awal Agustus?

Setidaknya 29 anak tewas terbunuh dan 30 lainnya luka dalam sebuah serangan udara di Yaman yang dilancarkan koalisi militer pimpinan Arab Saudi, kata Palang Merah Internasional.

Lembaga sosial Save the Children mengatakan, menurut staf mereka, anak-anak itu sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah piknik untuk kembali ke sekolah. Kendaraan itu sedang tak bergerak ketika terjadi serangan, karena sopir bus sedang mengambil minuman.

Foto: Okezone/BBC Indonesia

Para tetua suku Yaman mengatakan kepada Associated Press bahwa bus itu dihantam ketika melintasi pasar Dahyan. Bus itu, kata mereka, mengangkut puluihan warga sipil setempat dan sejumlah besar anak sekolah.

Palang Merah Internasional, ICRC mengatakan sebuah rumah sakit yang mereka dukung di Saada telah menerima 29 mayat anak, semuanya di bawah usia 15 tahun, dan merawat 48 orang yang terluka, di antaranya 30 anak-anak.

TV Al-Masirah yang dikelola kalangan Houthi melaporkan bahwa 47 orang tewas dan 77 terluka, dan menyiarkan gambar-gambar mengerikan yang menunjukkan jasad sejumlah anak belia, beberapa di antaranya mengenakan seragam sekolah.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini