PBB: Serangan Udara Koalisi Saudi di Yaman Kemungkinan Termasuk Kejahatan Perang

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 28 Agustus 2018 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 28 18 1942602 pbb-serangan-udara-koalisi-saudi-di-yaman-kemungkinan-termasuk-kejahatan-perang-OezDSfsspA.jpg Foto: Reuters.

JENEWA – Pakar hak asasi manusia (HAM) PBB mengatakan bahwa serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman telah menimbulkan korban jiwa yang besar di pasar-pasar, upacara pernikahan dan perahu-perahu nelayan, sebagian di antaranya bisa dianggap sebagai kejahatan perang. Arab Saudi mulai terlibat dalam perang di Yaman sejak 2015 saat Riyadh memimpin koalisi beberapa negara Sunni di Timur Tengah untuk membantu memulihkan pemerintahan Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi.

Dalam laporan pertama yang disampaikan kepada Majelis HAM PBB, para pakar independen mengatakan bahwa pasukan koalisi telah menerapkan blokade ketat di pelabuhan Laut Merah dan bandara Sanaa yang membuat Yaman kekurangan pasokan bahan kebutuhan penting. Tindakan ini juga dapat dikategorikan sebagai kejahatan internasional.

BACA JUGA: Serangan Udara Koalisi Saudi ke Rumah Sakit Yaman Tewaskan 26 Orang

“Prosedur pemeriksaan tambahan koalisi di pelabuhan Hodeidah telah memiliki "efek mengerikan pada pelayaran komersial", meskipun tidak ada pemeriksaan dari PBB atau koalisi yang telah menemukan senjata yang diselundupkan ke Yaman di mana 8,4 juta orang berada di ambang kelaparan,” demikian tertulis dalam laporan tersebut sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (28/8/2018).

Panel tersebut juga mengatakan, selama tiga tahun keterlibatannya, serangan udara dari koalisi telah menyebabkan korban jiwa yang besar di target-target yang tidak seharusnya menjadi sasaran.

“Serangan udara koalisi telah menimbulkan sebagian besar korban sipil yang terdokumentasi. Dalam tiga tahun terakhir, serangan udara tersebut telah menghantam daerah pemukiman, pasar, pemakaman, pernikahan, fasilitas penahanan, perahu sipil dan bahkan fasilitas medis, ” kata panel.

Penyelidikan terhadap serangan-serangan tersebut menimbulkan “keprihatinan yang serius mengenai proses penargetan yang digunakan oleh koalisi”. Serangan udara yang dilakukan terus mengenai orang-orang atau bangunan yang dilindungi oleh hukum internasional dan merupakan sebuah pelanggaran hukum.

Tidak hanya dari pihak Arab Saudi, pasukan dari kelompok Houthi juga dianggap telah melakukan kejahatan dengan menembakkan rudal ke wilayah Arab Saudi, memblokade suplai ke Taiz dan membombardir kota-kota strategis dari dataran tinggi. Panel juga menyatakan bahwa Houthi telah melakukan penyiksaan dan kejahatan perang.

"Individu dalam pemerintah Yaman dan koalisi, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, mungkin telah melakukan serangan yang melanggar prinsip-prinsip pembedaan, proporsionalitas dan tindakan pencegahan yang mungkin termasuk kejahatan perang," demikian kata para pakar dengan menambahkan bahwa mereka telah menyusun daftar rahasia nama-nama para tersangka.

BACA JUGA: PBB Kecam Serangan Koalisi Pimpinan Arab Saudi yang Tewaskan 22 Anak-Anak di Yaman

Laporan setebal 41 halaman itu juga menyatakan bahwa kedua belah pihak yang terlibat dalam perang di Yaman menggunakan remaja usia 14 sampai 17 tahun sebagai tentara yang berpartisipasi dalam pertempuran, yang juga merupakan sebuah kejahatan perang.

Laporan dari panel yang diketuai oleh pakar asal Tunisia, Kamel Jendoubi itu dirilis menjelang pembicaraan damai PBB antara pemerintah Yaman dengan Houthi yang akan digelar pada 6 September di Jenewa. Sejauh ini, belum ada reaksi dari pemerintah pihak-pihak yang disebutkan dalam laporan tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini