nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PAN: Polda Akan Menyesal Telah Memanggil Amien Rais

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Selasa 09 Oktober 2018 16:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 09 337 1961637 pan-polda-akan-menyesal-telah-memanggil-amien-rais-AVxyIsCoi8.jpg Amien Rais. Foto: Okezone/Dede Kurniawan

JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan Amien Rais akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas kasus hoaks Ratna Sarumpaet di Polda Metro Jaya, Rabu (10/10/2018) besok.

Anggota Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo menilai kepolisian akan menyesal lantaran sudah memanggil Amien Rais.

“Besok Pak Amien akan hadir ke Polda. Saya yakin Polda akan menyesal telah memanggil Pak Amien dengan tidak profesional. Jangan salahkan Pak Amien lho pak polisi,” kata Drajad saat dihubungi wartawan, Selasa (9/10/2018).

Foto: Okezone/Arif Julianto 

Drajad memaparkan bilamana konstruksi logika dari pemanggilan Pak Amien sebagai saksi atas kasus Ratna Sarumpet itu lemah sekali.

Baca: Mahfud MD Nilai Amien Rais Rugi jika Tak Datang ke Polisi

Baca: Ini Alasan Amien Rais Tak Penuhi Panggilan Polisi soal Ratna Sarumpaet

“Pertama, penggunaan UU No 1 tahun 1946. Jika Pasal 14 ayat 1 digunakan untuk memanggil Pak Amien sebagai saksi, mengapa Polri tidak menggunakannya (juga ayat 2) untuk memanggil Mendag Enggar dan Kabulog Buwas ketika keduanya ribut besar di media hingga keluar kata-kata ‘matamu’?” papar dia.

“Apa yang membuat kasus hoaks Ratna bisa didefinisikan sebagai ‘keonaran di kalangan rakyat’, sementara ribut-ribut beras tidak? Beras itu hajat hidup rakyat banyak lho. Apa itu tidak lebih penting? Soal ‘pemberitahuan bohong’, silakan dicek sendiri, apakah ada kebohongan dalam masalah beras ini?” tambah dia.

Foto/Ist 

Drajad pun mempertanyakan pemanggilan Amien Rais sebagai saksi. Sebab Amien tak menyebarkan wajah lebam Ratna yang mengaku dianiaya.

“Logikanya apa untuk menjadikan Pak Amien sebagai saksi? Foto wajah lebam dan narasi penganiayaan itu sudah beredar luas di media sosial dan media online jauh sebelum Ratna Sarumpaet menemui mas Bowo (Prabowo Subianto), Pak Amien dan lain-lain,” tegas dia.

Seharusnya, kata Drajad, pihak kepolisian mencari saksi awal terkait beredarnya foto dan narasi tersebut.

“Bukan Pak Amien dkk yang sebenarnya juga korban kebohongan RS dan tahunya tergolong paling akhir,” tandasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini