nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Malang Diduga Korupsi untuk Bayar Utang Kampanye

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 18:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 11 337 1962783 bupati-malang-diduga-korupsi-untuk-bayar-utang-kampanye-mRPg3Hipd4.jpg Bupati Malang Rendra Kresna (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Malang, Rendra Kresna sebagai tersangka. Rendra disangkakan melanggar dua pasal sekaligus yakni terkait suap penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dan dugaan penerimaan gartifikasi.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menyayangkan adanya kepala daerah yang kembali menjadi tersangka kasus dugaan korupsi. Terlebih, pada perkara ini, ada dugaan korupsi dilakukan Rendra untuk melunasi utangnya pada saat kampanye untuk maju menjadi Bupati Malang kembali.

"KPK sangat menyesalkan masih terjadinya praktik korupsi yang dilakukan kepala daerah, terutama dalam kasus ini yang dilakukan untuk membayar utang yang digunakan pada saat kampanye Pilkada," kata Saut saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018).

(Baca Juga: KPK Resmi Tetapkan Bupati Malang Tersangka Suap dan Gratifikasi)

Rumah Bupati Malang

Rendra Kresna merupakan Bupati Malang periode 2010-2015. Dia kembali maju mencalonkan diri sebagai Bupati Malang pada pilkada berikutnya dan terpilih sebagai pemenangnya. Rendra menjabat Bupati Malang selama dua periode.

Saut menduga Rendra bersama sejumlah tim kampanyenya termasuk pihak yang diduga pemberi suap penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan Ali Murtopo telah melakukan pertemuan untuk membahas dana kampanye dalam proses pencalonan sebagai Bupati Malang periode 2010-2015.

"Setelah menjabat Bupati, dilakukan proses pengumpulan fee proyek di Kabupaten Malang untuk kebutuhan pembayaran utang dana kampanye yang sudah dikeluarkan sebelumnya," sambung Saut.

Saut menyayangkan praktik korupsi yang diduga dilakukan Rendra Kresna di sektor pendidikan. Terlebih, proyek pendidikan di Kabupaten Malang tahun 2011 mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) khususnya dalam pengadaan buku dan alat peraga pendidikan tingkat SD dan SMP.

"Dalam melakukan perbuatannya, RK (Rendra Kresna) diduga bersama-sama dengan mantan tim suksesnya pada tahun 2018 berupaya mengatur proses lelang pada pengadaan barang dan jasa secara elektronik (e-procurement)," pungkasnya.

KPK

Rendra sendiri diduga telah menerima suap Rp3,45 miliar dari Ali Murtopo terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang ‎tahun anggaran 2011.

Tak hanya itu, ‎Rendra juga diduga menerima gratifikasi sebesar Rp3,55 miliar selama menjabat Bupati Malang selama dua periode. Mantan Politikus NasDem tersebut diduga menerima gratifikasi bersama-sama dengan pihak swasta Eryk Armando Talla.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini