nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dirut PT PJB Kembali Diperiksa KPK Terkait Suap PLTU Riau-1

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 10:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 12 337 1963009 dirut-pt-pjb-kembali-diperiksa-terkait-suap-pltu-riau-1-VdcTMAsID7.jpg Ilustrasi KPK (foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) Iwan Agung Firstantara kembali masuk dalam agenda pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada hari ini. Iwan Agung akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama proyek pembangunan PLTU Riau-1.

"Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka IM (Idrus Marham),‎" kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (12/10/2018).

(Baca Juga: Kode "Buah" Jadi Tanda Terima Uang Rp1 Miliar untuk Eni Saragih) 

Sekadar informasi, proyek pembangkit listrik mulut tambang itu merupakan bagian dari program 35 ribu Megawatt (MW) yang digagas oleh pemerintahan pusat. PLTU Riau-I itu ditargetkan bisa beroperasi pada 2020/2021, namun dihentikan sementara setelah adanya‎ kasus ini.

Eni Maulani Saragih Tebar Senyum Usai Jalani Pemeriksaan di Gedung KPK 

Pada proyek ini, PLN melalui PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) menggarap proyek investasi senilai 900 juta dolar Amerika Serikat ini. Setelah dirancang memiliki saham 51 persen, PT PJB kemudian menunjuk Blackgold Natural, anak usaha Blackgold PT Samantaka Batubara, China Huadian Engineering, dan PT PLN Batu Bara untuk menggarap pembangunan PLTU Riau-I.

Diduga, ada penunjukan langsung dari PT PLN untuk para konsorsium menggarap proyek ini. Penunjukan langsung tersebut d‎imuluskan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih dan diketahui oleh Mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham.

Eni dan Idrus pun telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama proyek PLTU Riau-1. Selain Eni dan Idrus, KPK juga menetapkan Bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo yang saat ini sedang menjalani proses persidangan.

(Baca Juga: Eni Saragih Beberkan Politikus Golkar Penerima Suap untuk Munaslub) 

Selain itu, Eni juga diduga bersama-sama Idrus menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo menggarap proyek senilai 900 juta dolar AS.

Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini