nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jika Mangkir Lagi, Ahmad Dhani Terancam Dipanggil Paksa

Syaiful Islam, Jurnalis · Jum'at 19 Oktober 2018 14:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 19 519 1966230 jika-mangkir-lagi-ahmad-dhani-terancam-dipanggil-paksa-BYZPpnD57A.jpg Ahmad Dhani (foto: Okezone)

SURABAYA - Penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jawa Timur sudah melayangkan surat pemanggilan terhadap tersangka Ahmad Dhani untuk hadir ke mapolda paling lambat, pada Selasa 23 Oktober 2018. Namun, jika politikus Gerindra ini tidak mengindahkan panggilan penyidik, terancam akan dipanggil secara paksa.

Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi kepastian hukum yang ada. Sebab kasus dugaan pencemaran nama baik yang telah dilaporkan elemen masyarakat harus berjalan dan dituntaskan. Sehingga penanganan kasus itu tidak berlarut-larut.

(Baca Juga: Polda Jatim Tetapkan Ahmad Dhani sebagai Tersangka Kasus Ujaran Kebencian)

 

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menjelaskan, penyidik memberikan batas waktu agar tersangka Ahmad Dhani hadir ke Mapolda Jatim setelah pengacara yang bersangkutan meminta penundaan waktu.

"Tetapi tidak dijelaskan kapan batasnya. Kami telah menyiapkan dua alternatif jika tersangka tidak hadir dalam pemanggilan. Pertama akan melayangkan surat pemanggilan kedua pada Rabu 24 Oktober," papar Barung, Jumat (19/10/2018).

Kemudian alternatif kedua penyidik melakukan pemanggilan kedua sekaligus tersangka dihadirkan secara paksa. Ini sesuai dengan wewenang yang dimiliki oleh penyidik sebagaimana ada dalam UU.

(Baca Juga: Dipanggil sebagai Tersangka, Ahmad Dhani Mangkir dengan Alasan Tak Jelas)

Sidang Lanjutan, Ahmad Dhani Hadirkan Saksi Meringankan  

Seperti diberitakan, Dhani Ahmad Prasetyo atau Ahmad Dhani ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik oleh penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim pada Kamis (18/10/2018). Setelah penyidik mengantongi dua alat bukti, dan memeriksa sejumlah saksi termasuk ahli bahasa dan ahli pidana.

Suami Wulan Jamela ini dilaporkan Koalisi Bela NKRI dengan tuduhan ujaran kebencian karena menyebut kelompok penolak deklarasi #2019 Ganti Presiden di Surabaya dengan kata-kata idiot pada Minggu 26 Agustus 2018. (fid)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini