nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

15 Korban Sandera dan Asusila Kelompok Bersenjata Papua Kondisinya Membaik

Edy Siswanto, Jurnalis · Selasa 30 Oktober 2018 04:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 30 340 1970721 15-korban-sandera-dan-asusila-kelompok-bersenjata-papua-kondisinya-membaik-FM3sx7gdNc.JPG Kabid Humas Polda Papua Kombes A.M Kamal (Foto: Edy Siswanto)

JAYAPURA - Sebanyak 15 korban penyanderaan dan asusila oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Mapenduma, Kabupaten Nduga, Papua, kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi A.M Kamal didampingi perwira psikologi Polda Papua Ipda Orien menyebut ke-15 pasien dalam kondisi membaik. "Sudah makin membaik, dirawat ada 15 orang keseluruhan, termasuk yang di layanan VIP. Kita fokus pada Trauma Healling untuk korban anak-anak," kata Ipda Orien.

Dikatakannya, seorang anak yang menjadi korban kekerasan pada kasus Mapenduma beberapa waktu lalu itu mulanya mengalami trauma berat. Kotban kata dia trauma jika melihat polisi berseragam dan keramaian.

"Untuk korban anak kita fokus pada trauma healling menyembuhkan trauma mereka psikis mereka. Jadi, korban yang anak ini trauma akibat saat kejadian ibunya diancam akan dibunuh dan juga warga kampung, jika dia melaporkan kejadian tersebut ke polisi," katanya.

(Baca Juga: KKB Papua Sandera 15 Guru & Paramedis, Salah Satunya Diperkosa Bergilir)

Ilustrasi

Bahkan, di hari pertama korban belum didampingin olehnya tidak mau melakukan interaksi. Namun, setelah didampingi, hingga kini kondisi korban sudah membaik.

"Progresnya sudah membaik, kita ajak menyanyi, berdoa dan menggambar. Dengan media gambar kita harapkan mereka bisa menceritakan visual dari alam bawah sadar mereka atau secara sadar, sehingga ini yang terus kita lakukan,"ungkapnya.

Kamal dalam kesempatan itu menyayangkan aksi tidak terpuji yang dilakukan oleh KKB yang diduga pimpinan Egianus Kogoya ini.

"Sekolah ini sudah cukup lama berdiri, dalam artian para guru ini sudah mengabdi dan berhasil meloloskan generasi Papua dari sekolah ini, jadi tindakan KKB ini sangat tidak terpuji," katanya.

Sebanyak 15 orang korban penyanderaan dan asusila oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terdiri dari guru dan tenagakesehatan di distrik Mapenduma sejak Minggu 21 Oktober dan Jumat 26 Oktober lalu telah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini