nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Duga Adik Zulhas Cuci Uang untuk Kegiatan PAN di Lampung Selatan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 01 November 2018 20:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 01 337 1972175 kpk-duga-adik-zulhas-cuci-uang-untuk-kegiatan-pan-di-lampung-selatan-wGCmGNZmGb.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga adik Zulkifli Hasan, Zainudin Hasan mengalokasikan uang hasil korupsinya untuk kegiatan Partai Amanat Nasional (PAN) di Lampung Selatan. Diduga, ada tiga kegiatan PAN di Lampung Selatan yang dibiayai oleh Zainnudin Hasan.

‎"KPK juga mengidentifikasi ada dugaan aliran dana untuk pembiayaan ruangan hotel untuk sekitar tiga kegiatan parpol di Lampung Selatan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2018).

KPK menelisik uang yang dialokasikan Zainnudin Hasan untuk kegiatan PAN di Lampung Selatan sebesar Rp100 juta. Uang itu diduga dialokasikan untuk membiayai ruangan hotel acara PAN di Lampung Selatan.

"Sejauh ini nilai yang teridentifikasi lebih sekitar Rp100 jutaan," terangnya.

(Baca Juga: KPK Sita 16 Bidang Tanah Terkait Pencucian Uang Adik Zulkifli Hasan)

KPK saat ini masih mengusut lebih jauh uang hasil korupsi Bupati non-aktif Lampung Selatan tersebut yang disamarkan melalui aset-aset atas nama pihak keluarga. Pengusutan itu ditelisik KPK lewat pemeriksaan sejumlah saksi.

Dimana, ada tiga saksi yang dijadwalkan untuk diperiksa tim penyidik terkait pencucian uang Zainnudin Hasan. Namun, hanya satu saksi yang hadir pada pemeriksaan hari ini.

‎"Dua saksi tidak hadir. belum diperoleh informasi alasan ketidakhadiran. Atas nama S‎utarno, Direktur PT Baramega Citra Mulia Persada tahun 2012, dan R‎udy Ridwan, Direktur PT Baramega Citra Mulia Persada tahun 2012," katanya.

Sedangkan satu saksi yang telah diperoleh keterangannya pada hari ini yaitu, Direktur PT Jhonlin Marine Trans, Ken Leksono. Terhadap Ken, penyidik mendalami kepemilikan speed boat Zainnudin Hasan.

"Penyidik masih terus mendalami terkait kepemilikan asset-aset ZH, khususnya terkait asset berupa speed boat," pungkasnya.

‎KPK telah menetapkan adik Zulkifli Hasan, Zainudin Hasan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU). ‎Zainudin Hasan diduga telah menerima fee dari sejumlah proyek sebesar Rp57 miliar.

Uang tersebut diterima Zainudin melalui Anggota DPRD Lampung, Agus Bhakti Nugraha yang berasal dari sejumlah proyek pada Dinas PUPR. KPK menduga Zainudin melalu Agus Bhakti membelanjakan penerimaan dana-dana tersebut untuk membayar aset berupa tanah dan bangunan serta kendaraan dengan mengatasnamakan keluarga.

Atas perbuatannya, Zainudin disangkakan melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2018 tentang pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Juncto ‎Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Zainuddin Hasan sendiri telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan sejumlah proyek di Lampung Selatan. ‎ Zainudin Hasan dan kroni-kroninya‎ diduga menerima suap sebesar Rp56 miliar dari sejumlah proyek milik Dinas PUPR.

Dalam perkara suap, Zainuddin Hasan ditetapkan sebagai tersangka bersama‎ tiga orang lainnya. Tiga tersangka tersebut yakni, Anggota DPRD Lampsel, Agus Bhakti Nugraha; Kadis PUPR Lampsel, Anjar Asmara; serta Bos CV 9 Naga, Gilang Ramadhan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini