SIMPANG AMPAT - Air Sungai Batang Saman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat meluap pada Rabu (7/11/2018) malam, mengakibatkan arus transportasi Simpang Empat menuju Ujung Gading terputus.
Luapan air di jalur transportasi itu hingga setinggi satu meter lebih.
"Setelah banjir di sejumlah titik. Malam ini sekitar pukul 22.45 WIB Sungai Batang Pasaman juga meluap sampai menutup badan jalan setinggi satu meter lebih," kata Kepala Bagian Humas Sekretariat Deerah Pasaman Barat, Yosmar Difia, yang langsung melihat banjir Batang Saman, Rabu malam.

Selain memutuskan arus transportasi, kejadian itu mengakibatkan antrean kendaraan. Dari data sementara, puluhan rumah terendam banjir. "Data pastinya belum kita peroleh karena saat ini anggota masih memberikan bantuan kepada warga untuk mengevekuasi ke tempat yang lebih aman," katanya.
Meluapnya Sungai Batang Saman terjadi pada Rabu malam, akibat hujan yang terus terjadi dalam dua hari terakhir.
(Baca juga: Hujan hingga Sungai Meluap, 11 Kecamatan di Kabupaten Kuansing Terendam Banjir)
Saat ini, petugas BPBD, kecamatan, SAR, pihak kepolisian, dan PMI sudah turun ke lapangan untuk memberikan bantuan evakuasi bagi warga ke tempat yang aman.
Ia menjelaskan hujan yang turun sejak Rabu siang, membuat air sungai di sejumlah lokasi meluap ke permukiman warga.
Sejumlah lokasi banjir adalah Kampung Baru Ranah Batahan, Limpato Kajai Kecamatan Talamau, Koto Sawah, dan Lubuk Gobing.
"Data lengkapnya belum kita peroleh. Untuk sementara tidak ada korban jiwa. Mudah-mudahan banjir cepat surut," katanya.
100 Keluarga Mengungsi
Sekitar 100 keluarga di Batang Saman dievakuasi ke tempat yang lebih aman karena meluapnya air Sungai Batang Saman.
"Hingga pukul 23.45 WIB luapan air semakin naik dan deras menutupi jalan. Diperkirakan ketinggian air dari satu sampai dua meter," kata Camat Pasaman Andre Afandi.
Untuk antisipasi ancaman banjir yang semakin meluas, pihaknya bersama BPBD, SAR, kepolisian, dan TNI menganjurkan warga mengungsi sementara waktu karena air semakin naik.
"Hingga malam (7/11) ini ada sekitar 100 kepala keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti rumah keluarganya yang jauh dari lokasi banjir. Tetapi ada juga warga yang memilih bertahan," katanya.
Pihaknya juga kesulitan menjangkau jembatan Batang Saman karena hujan dan air deras merendam jalan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan SAR juga menyiapkan perahu karet untuk evakuasi warga yang ingin mengungsi.
"Cuaca masih hujan dan air semakin naik. Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan," katanya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.