nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tersangka Penyuap Hakim Merry Purba Segera Disidangkan di Jakarta

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Jum'at 23 November 2018 22:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 23 608 1982040 tersangka-penyuap-hakim-merry-purba-segera-disidangkan-di-jakarta-ow66R8ncok.jpg KPK (Antara)

MEDAN - Kasus dugaan penyuapan terhadap hakim adhock tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri Medan, Merry Purba, segera memasuki babak baru. Dua tersangka pemberi suap dalam kasus itu, Tamin Sukardi beserta orang dekatnya Hadi Setiawan akan segera disidangkan.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menuturkan, berkas perkara kedua tersangka itu sudah dilimpahkan penutut umum ke pengadilan pada Jumat (23/11/2018) siang tadi. Rencananya persidangan kasus itu akan dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

 Baca juga: Hukuman Diperberat, Keluarga Nilai Vonis Tamin Sukardi Tak Adil

"Sudah dilimpahkan, rencananya di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," sebut Febri dalam keterangan tertulisnya.

Febri menjelaskan, dalam kasus dugaan suap itu, mereka sudah memeriksa setidaknya 29 orang saksi. Diantaranya Kabag Hukum dan Pertanahan PTPN II, Panitera PN. Medan, Advokat, PNS (Hakim Jusditisial pada Dirjen Badan Peradilan Umum) Mahkamah Agung Republik Indonesia, Direktur PT Agung Cemara Reality, Karyawan Swasta PT. Erni Putra Terari, dan pihak swasta lainnya.

"Para tersangka juga telah diperiksa masing-masing sekurangnya 2 kali,"tukasnya.

 Baca juga: Hukuman Pengusaha Tamin Sukardi Diperberat PT Jadi 8 Tahun Penjara

Diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil membongkar dugaan suap terkait pengurusan perkara tindak pidana korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara, lewat operasi tangkap tangan (OTT).

Tim penindakan lembaga antirasuah berhasil mengamankan delapan orang dalam operasi senyap di yang dilakukan di Medan, Selasa 28 Agustus 2018 itu. Yakni Direktur PT Erni Putra Terari, Tamin Sukardi; Staf Tamin, Sudarni; panitera pengganti PN Medan, Helpandi; hakim ad hoc Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Merry Purba.

Kemudian Wakil Ketua PN Medan, Wahyu Prasetyo Wibowo; Ketua PN Medan, Marsuddin Nainggolan; Hakim PN Medan, Sontan Merauke Sinaga, serta panitera pengganti PN Medan, Oloan Sirait.

 Baca juga: 2 Petani Ikut Diperiksa KPK Terkait Suap Hakim Tipikor PN Medan

Usai dilakukan gelar perkara, KPK hanya menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah Merry Purba, Helpandi, Tamin, dan Hadi Setiawan selaku orang kepercayaan Tamin. Merry dan Helpandi diduga sebagai penerima, sementara Tamin dan Hadi sebagai pemberi suap.

Merry diduga menerima suap sebesar SGD 280 ribu dari Tamin selaku terdakwa korupsi penjualan tanah yang masih berstatus aset negara. Uang tersebut diberikan kepada Merry diduga untuk mempengaruhi putusan majelis hakim pada perkara yang menjerat Tamin.

Merry adalah salah satu anggota majelis hakim yang menangani perkara Tasmin. Sementara ketua majelis hakim perkara Tamin adalah Wakil Ketua PN Medan Wahyu Prasetyo Wibowo. Dalam putusan yang dibacakan pada 27 Agustus 2018, Mery menyatakan dissenting opinion.

Tamin divonis 6 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp132 miliar. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni 10 tahun pidana penjara dan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp132 miliar.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini